Budaya

Yuk, Ramiakan Festival Minangkabau Pauh Bagalangang VII

Padang, Prokabar — Festival Minangkabau sebagai salah satu agenda tahunan bagi kelompok seni Palito Nyalo yang bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Sumatera barat. Festival ketujuh kalinya ini akan berlangsung selama 21-23 November di gelanggang Palito Nyalo Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Pembina Palito Nyalo Saparman mengatakan, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 12 kelompok seni se-Sumbar serta untuk ajang silaturrahim.

“Festival ini merupakan event pertunjukan seni kreatif Minangkabau dan juga ajang memantau serta memetakan perkembangan seni kreatif oleh kelompok seni di Sumatera Barat”, ujarnya.

Dalam acara Pauh Bagalanggang VII, pertunjukannya berupa seni kreatif yang terdiri dari seni tari, musik, teater hingga dikemas sekreatif mungkin menjadi 20-30 menit durasi saja.

“Dengan melihat berbagai pertunjukan dari beberapa daerah, tentu minat untuk anak-anak akan jauh lebih memberikan motivasi untuk mereka belajar”, tambahnya.

Kegiatan itu sendiri bertujuan untuk menampilkan karya kelompok seni dan juga bentuk pembinaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam menggali, menumbuh, mengembangkan dan melestarikan komunitas budaya di Sumbar.

Kepala Dinas Kebudayaan, Dra Gemala Ranti MSi mengaku mengapresiasi dan mendukung dalam kegiatan event Festival tersebut.

Ia menyebut, Event itu dilaksanakan selain menjadi ajang silaturahim bagi kelompok seni juga bentuk pembinaan pemerintah provinsi dalam mengali dan menumbuh kembangkan serta melestarikan komunitas budaya di sumbar.

“Selain menjadi media bagi kelompok seni pertunjukan dalam menampilkan karya. Event ini sekaligus untuk memantau dan memetakan perkembangan seni kreatif oleh kelompok seni di Sumatra Barat” ujarnya.

“Palito Nyalo tempatnya mengakomodir generasi muda dalam berseni sekaligus dasar untuk merancang bentuk pembinaan berkelanjutan dalam rangka melestarikan seni budaya” katanya.

Sementara viferi (Mak Kari) kasi Diplomasi Dinas kebudayaan mengucapkan terimakasih kepada sanggar Palito Nyalo yang telah menjembatani pemerintah dalam membangun ekosistem dalam kebudayaan.

“Festival ini selain ajang pendataan perkembangan karya seni pertunjukan, Output di harapkan bisa terdokumentasikan, terdatanya komunitas budaya yang berbasis di bidang seni tradisi” tandasnya. (gas)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top