Wow, Kampung Rendang Payakumbuh Makin Eksis

Penulis -

Jumat, 1 Juni 2018 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh, Prokabar – Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar), siapkan “Kampung Rendang” sebagai sentra Industri Kecil Menengah (IKM) yang menjual berbagai varian rendang, untuk masa libur Lebaran.

“Biasanya saat Lebaran akan banyak perantau yang pulang kampung lalu berbelanja serta mencari oleh-oleh, ini adalah potensi serta peluang yang harus digaet oleh Kampung Rendang,” kata Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi, di Payakumbuh, Kamis.

Dengan hal itu, katanya, maka proses jual-beli di Kampung Rendang, Jalan Tan Malaka, Limposi, akan meningkat dibandingkan hari normal.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Ia mengatakan sebagai persiapan pihaknya terus menjalin komunikasi dengan IKM di Kampung Rendang, melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Untuk mendapatkan eksistensi dan dikenal secara luas, kami perlu menunjukkan kualitas serta mutu dari yang ditawarkan,” jelasnya.

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Faizal, mengatakan saat ini di Kampung Rendang setidaknya terdapat 30 varian rendang.

Mulai endang telur, daging sapi, suir daging, paru, ayam, suir ayam, ubi, suir itik, jamur basah, jamur kering, jamur kriuk, jengkol, jantung pisang, dan daun singkong.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Varian lainnya adalah rendang belut, ikan tuna, daun-daun, pare, pakis/ paku, lokan, cubadak, daging tumbuk, paru basah, jamur kurma, jagung, ikan lele, ikan nila, ikan gabus/ haruan, maco, dan Udang.

“Jenis varian ini sangat cocok untuk direkomendasikan sebagai buah tangan dari Payakumbuh,” katanya.

Meskipun demikian, belum seluruh jenis varian itu eksis keberadaannya di Kampung Rendang.

“Belum seluruhnya eksis karena ada beberapa pembuat yang tidak rutin dan konsisten memproduksi. Sehingga terkesan eksperimental, ini yang harus diubah,” katanya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Delapan varian yang sudah eksis dan banyak diminati pembeli adalah rendang daging sapi, telur, paru, tumbuak daging, suir (ayam & daging sapi), jamur, belut, dan jengkol.

Delapan varian itu bisa dijumpai pada Industri Kecil Menengah (IKM) yang terdapat di Kampung Renandang.

Di antaranya adalah IKM Rendang Riri, Rendang Erika, Rendang Indah, Rendang Nan Keke, Rendang Yen, Rendang Yolanda.

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB