Pasaman, Prokabar – Harga biji kopi ateng alias kopi arabika ternyata bernilai fantastis. Tak tanggung-tanggung, per kilonya harga biji mencapai Rp50 ribu. Itu harga pengepul yang membeli kepada petani. Jika petani lebih lincah lagi dalam memasarkan, biji kopi mencapai ratusan ribu rupiah per kilonya.
“Mulai dari harga Rp50 per kg untuk kualitas biasa. Jika biji kopinya kita pilih lagi yang lebih tua dan merah, itu harganya mencapai Rp100 ribu per kg,” kata Ical.
Menurut Ical, biji kopi ateng seharga Rp100 ribu per kg tersebut, harganya akan kembali melonjak jika sudah melewati proses roasting. “Kalau biji kopi sudah kering, kemudian diroasting itu harganya bisa naik lagi. Namun, penjualan saya baru sebatas kualitas biji merah dan kering total di bawah sinar matahari,” jelas Yunefrizal.
Diakui Yunefrizal, dari pantauannya di Pasaman, baru terdapat belasan petani yang mulai mengembangkan varian kopi ini. Untuk itu, ia berharap kepada instansi pemerintah terkait agar dapat memperhatikan peluang yang sangat menjanjikan bagi para petani ini.
“Pengepulnya dari Medan. Belum ada pengepul yang dari daerah kita ini. Saya rasa, kalau kita fokus mengembangkan potensi ini, Pasaman dapat menjadi salah satu sentralnya kopi ateng, mengingat masyarakat di Pasaman rata-rata hidup dengan berladang. Atas hal itu, saya meminta agar dinas pertanian dapat melirik hal ini,” tutup Yunefrizal. (Ola)
















