Wawako Solok Ajak Petani Manfaatkan Lahan Tidur

Penulis -

Jumat, 11 Oktober 2019 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Solok, Prokabar – Dari waktu ke waktu, ketersediaan lahan pertanian di kota Solok terus berkurang. Alih fungsi lahan secara perlahan terjadi seiring meningkatnya kebutuhan akan pemukiman dan pertokoan.

Menyikapi hal itu, Wakil Walikota (Wawako) Solok, Reinier meminta masyarakat petani untuk memanfaatkan areal kosong atau lahan tidur sebagai lokasi pertanian. Apalagi, nyaris seluruh lahan di kota Solok masih dalam kategori subur.

“Jangan biarkan lahan kosong begitu saja, tapi mari manfaatkan semaksimal mungkin untuk mendorong produksi hasil pertanian kita,” sebut Reinier saat bersilaturahmi dengan kelompok tani Harapan Jaya, Rabu (9/10).

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Menurutnya, lahan kosong yang ada di kota Solok secara umum bisa dimanfaatkan untuk lahan berkebun. Banyak jenis tanaman produktif yang bisa diusahakan oleh masyarakat dan meningkatkan ekonomi.

“Kota Solok belum seperti kota-kota besar yang sudah sangat sempit lahan pertaniannya, tapi masih banyak lahan yang bisa kita manfaatkan, tanah kita masih tergolong subur,” ucap Reinier memberikan motivasi.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Diakui Reinier, upaya peningkatan kesejahteraan petani memang menjadi salah satu tanggungjawab pemerintah daerah. Pemko Solok melalui Dinas Pertanian terus memberikan dukungan melalui berbagai program yang ada.

Tidak sedikit program yang sudah digulirkan untuk peningkatan kesejahteraan petani. Tidak saja untuk pertanian padi sawah yang memang sudah menjadi brand kota Solok tapi juga sektor pertanian lainnya.

“Kita juga telah mengupayakan pertanian serai wangi dan memproduksi minyak Atsiri. Penanaman areal kosong dengan tanaman buah produktif, hingga pengembangan agrowisata kawasan Payo,” terang Reinier.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sementara itu, Kelompok tani Harapan berharap, pemerintah kota Solok terus mendorong kemajuan pertanian di kota Solok. Kendati berstatus sebagai kota kecil, namun kota Solok memiliki potensi luar biasa dibidang pertanian.
“Semoga kedepannya pemerintah kota Solok lebih tegas terhadap banyaknya alih fungsi lahan yang ada di kota Solok, terutama terhadap lahan-lahan yang sangat produktif,” ungkap perwakilan kelompok tani.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB