Waspada, Ini Kecamatan Rawan Bencana di Padang

Penulis -

Senin, 15 Oktober 2018 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Di Kota Padang setidaknya terdapat empat kecamatan yang rawan banjir dan longsor. Hal itu merupakan hasil pemwtaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang.

“Berdasarkan pemetaan ada empat kecamatan yang dinilai rawan banjir dan longsor, yaitu Koto Tangah, Lubuk Kilangan, Padang Selatan, dan Nanggalo,” kata Kepala Pelaksana BPBD Padang Edi Hasymi, Senin (15/10).

Karena hal tersebut, ia meminta warga meningkatkan kewaspadaan saat kondisi cuaca buruk.

“Bila hujan turun lebih dari dua jam, warga harus meningkatkan siaga dan kewaspadaan, terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir dan longsor,” katanya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Ia juga meminta masyarakat untuk bersedia ketika petugas melakukan evakuasi demi menekan risiko saat bencana.

“Jika petugas memerintahkan evakuasi maka harus diikuti, jangan tunggu kondisi kritis dulu baru minta dievakuasi,” jelasnya.

Warga juga diminta mewaspadai pohon tumbang, dengan tidak berteduh atau berhenti di bawah pohon saat hujan disertai angin kencang.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau di Padang Pariaman memperkirakan wilayah Sumbar akan diguyur hujan dengan intensitas sedang dalam durasi yang lama hingga beberapa hari ke depan.

“Secara klimatologi saat ini terjadi kecenderungan peningkatan curah hujan akibat pola sirkulasi tekanan rendah di wilayah Kepulauan Mentawai sehingga memicu hujan di sepanjang wilayah pesisir Sumbar,” kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha, diwawancarai beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selain itu, menurutnya memasuki Oktober hingga Desember juga merupakan musim hujan di Sumbar.

Wilayah yang berpotensi hujan tersebut mulai dari Pesisir Selatan, Padang, Padang Pariaman, Agam, Pasaman Barat, Bukitinggi, Limapuluh Kota hingga Solok dan Solok Selatan.

“Hujan diperkirakan terjadi dalam durasi panjang sekitar tiga hingga empat jam,” kata dia.

Ia mengingatkan karena intensitas hujan yang tinggi maka berpotensi terjadi banjir dan kejenuhan tanah juga meningkat sehingga berpotensi longsor. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB