Waspada Campak Jerman Bagi Ibu Hamil

Penulis -

Rabu, 4 Juli 2018 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram, Prokabar – Measles Rubella (MR) atau yang dikenal dengan Campak German pertama kali ditemukan abad 18. Wabah ini memuncak sekitar tahun 1941 dan mulai terkontrol di tahun 1980-an dan 1990-an. Pada anak dan dewasa muda hanya terjadi gejala ringan. Tetapi pada ibu yang tengah hamil muda dapat menimbulkan kecacatan pada bayi.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Hal tersebut kembali diingatkan oleh Dr. Hindra Irawan Satari, dr., M.Trop.Paed dalam acara Advokasi Sosialisasi dan Koordinasi dalam rangka kampanye dan introduksi Measles Rubella (MR) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (4/7)

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Bayi yang dikandung Ibu yang terserang Campak German ini akan mengalami kecacatan pada mata, pendengaran, hingga menyebabkan bayi terlahir dalam keadaan lemah jantung,” jelas Dr. Hindra.

Campak German dapat dicegah melalui VAKSIN RUBELLA, tergabung dengan Measles, Mumps (MMR). Biofarma MR, dan pemberian Live virus vaccine (vaksin hidup).

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Dikarenakan bahaya yang ditimbulkan oleh campak german pada ibu hamil dan bayinya, pemerintah Pemerintah Indonesia terus mengupayakan agar penyakit ini dapat dieliminasi dari Indonesia di tahun 2020 mendatang. Di NTB sendiri, eliminasi campak dan MR telah mencapai 95 %. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB