Warga Sumpur: Kami Sabar, Tapi Ini Sudah Tiga Bulan

Penulis -

Selasa, 10 Maret 2020 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Masyarakat sumpur Kecamatan Batipuh Selatan datangi kantor Bupati Tanah Datar, Selasa (10/3). Kedatangan warga ini untuk menagih janji Bupati, yang akan membuka pancang tapal batas yang tengah bersengkata, antara Nagari Sumpur dengan Nagari Bungo Tanjuang dan Nagari Malalo Tigo Jurai.

Sebelumnya, warga Sumpur juga melaporkan Bupati Irdinansyah kepada Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat. Pelaporan itu, masih terkait hal yang sama.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Usai pertemuan dengan Pemda Tanah Datar, Yohanes Syarif selaku tim penyelesaian tanah ulayat Nagari Sumpur menyatakan ia masih menilai sikap Bupati plin-plan, dan inkonsisten. Ia bersama warga tetap pada komitment awal Bupati, dimana sebelum dilakukannya mediasi akan terlebih dahulu mencabut pancang.

“Kami menanyakan sikap Bupati yang lalai karena Bupati sudah berjanji satu minggu setelah itu (pertikaian), tapi tidak dilaksanakan juga. Malah berubah, mediasi dulu baru dicabut pancang. Kita dibilang tidak sabar, memang kita tidak sabar, karena ini sudah 3 bulan berlalu,” ungkap Yohanes Syarif.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Lebih lanjut ia mengatakan masyarakat berkeinginan Bupati sadar akan kekeliruan serta kelalaian yang telah dilakukan. Warga juga mengaku, akan menunjukan batas wilayah yang sesuai dengan SK Bupati tahun 1955.

Sementara itu, asisten 1 Pemkab Tanah Datar Suhermen mengungkapkan jika sampai saat ini pemerintah masih berharap dilakukannya mediasi terlebih dahulu dan kemudian baru dilakukan pencabutan pancang. Suhermen menjelaskan, mediasi bukanlah dalam bentuk rapat, melainkan action plan di lapangan.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Kita sedang membentuk tim mediasi dan pelacakan, kita berharap, saat tim kelapangan nanti akan ketahuan pancang yang dipancang oleh masyarakat berdiri ditanah ulayat siapa. Kita tentu berharap, permasalahan sejak 1856 itu bisa tuntas,” ungkap Suhermen. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB