Warga Pessel Diminta Tingkatkan Kewaspadaan, Ini Sebabnya

Penulis -

Senin, 21 Oktober 2019 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar — Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni mengingatkan, mulai tingginya curah hujan sejak beberapa hari terakhir, termasuk juga di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), harus disikapi dengan kewaspadaan oleh masyarakat.

Hal ini dikarenakan cukup tingginya kerawanan bencana banjir dan longsor yang bisa melanda daerah tersebut.

Untuk itu pihaknya telah meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama camat dan walinagari, melakukan pemetaan wilayah sesuai dengan potensi bencana yang dimiliki.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Tujuanya agar dampak korban yang ditimbulkan oleh bencana sebagai mana potensi yang akan terjadi, bisa diminimalisir.

“Agar penanganan maksimal bisa dilakukan, terutama sekali bila banjir dan logsor, maka kepada BPBD bersama camat dan walinagari, diminta supaya melakukan pemetaan wilayah rawan bencana,” katanya dikutip dari MC Pessel, Senin (21/10).

Lebih lanjut dirinya menyampaikan  kerawanan bencana itu muncul karena di Pessel terdapat 19 aliran sungai. Semua aliran sungai itu memiliki kecuraman yang cukup tinggi karena berhulu di sepanjang gugusan Bukit Barisan pada Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Ke-19 aliran sungai ini, melewati 15 kecamatan yang ada mulai dari utara hingga ke selatan. Dari 19 aliran sungai ini, sebanyak 18 aliran dinyatakan rawan meluap karena memiliki tumpukan sendimen dan juga berbelok,” jelasnya.

Selain BPBD, camat dan walinagari, dia juga memintak kerjasama dari masyarakat sebagai informan jika terjadi kejadian bencana di wilayanya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Tujuanya agar bila bencana terjadi bisa dilakukan penanganan secara cepat. Ini tentu akan meminimalisir dampak korban jiwa, ataupun kerugian secara materil,” ingatnya.

Pessel merupakan daerah yang memiliki pesisir pantai paling panjang di Sumbar, yakni 246,2 kilometer. Selain rawan terkena tsunami, Pessel juga rawan banjir dan tanah longsor. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB