Warga Patir Buru Monyet Hingga ke Hutan

Penulis -

Minggu, 17 Februari 2019 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Puluhan warga dan dan komunitas penembak melakukan perburuan terhadap monyet hingga ke hutan di Jorong Patir Kenagarian Situmbuak, Kecamatan Salimpauang, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (17/02).

Perburuan ini dilakukan karena hewan ini dianggap kerap merusak padi dan hasil ladang milik petani sekitar.

Dalam perburuannya, warga mempersenjatai diri dengan senapan angin dan juga membawa beberapa ekor anjing. Warga menelusuri hutan yang diduga sebagai lokasi tempat monyet monyet tersebut bersarang.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Wali jorong patir mengatakan, jika perburuan yang dilakukan itu karena warga merasa kesal dengan hama monyet yang kerap merusak dan memakan hasil ladang petani. Akibat serangan hama monyet itu, sebagian petani harus menanggung kerugian materil hingga jutaan rupiah.

“Membasmi monyet ini karena telah terlalu mengganggu masyarakat. Dan perburuan ini pun, merupakan permintaan lansung dari masyarakat. Cabe, buncis dan kacang kacangan milik petani sering dimakan. Hama monyet juga merusak padi,“ ucap Dafes

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Dafes menambahkan jika serangan hama monyet ini telah berlansung sejak beberapa bulan lalu. Nmun karena saat ini musim bercocok tanam, hama monyet seolah semakin menjadi jadi dengan merusak padi milik warga.

Roni, salah seorang warga jorong Patir mengatakan jika sebelum dilakukannya perburuan dengan senjata angin, petani yang hendak ke ladang atau ke sawah mesti membawa mercon. Hal ini dilakukan agar monyet monyet tersebut lari ke hutan dan tidak lagi mengganggu.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Kemarin, petani yang hendak ke ladang mesti membawa mercon. Begitu melihat monyet, mercon tersebut diledakan, dan monyet tersebut lari ke hutan. Sepeninggal petani, ya dirusak dan dimakan lagi hasil ladangnya,” ujarnya.(eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB