Warga Miskin di Pessel Meminta Dana PKH Terus Berlanjut

Penulis -

Senin, 11 Maret 2019 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Masyarakat miskin, di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), meminta pencairan dana Program Keluarga Sejahtera (PKH) yang diluncurkan oleh Pemerintah Pusat terus dilanjutkan.

“Kami merasa terbantu adanya program itu sehingga lima anaknya yang duduk di bangku sekolah bisa melanjutkan pendidikannya,” kata Darmawati (48) salah seorang peserta penerima PKH di Kampung Nanggalo Luar, Nagari Nanggalo, Kecamatan Koto XI Tarusan.

Saat ini, penggunaan dana PKH dialokasikan untuk membeli keperluan sekolah, seperti sepatu, tas, buku, pensil dan pakaian seragam.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Penggunaan dana PKH itu cukup membantu ekonomi keluarga sehingga anaknya hingga kini bisa menikmati bangku pendidikan.

Ia menerima bantuan PKH itu sejak anak-anaknya duduk dibangku sekolah sejak tahun 2018, namun kini bisa melanjutkan pendidikan hingga SMA.

“Kami berharap Pemerintah Pusat terus melanjutkan PKH itu karena masyarakat miskin cukup membutuhkan dana sosial,” ujarnya.

Dirinya mengaku merasa lega setelah menerima dana PKH tahap ketiga sebesar Rp500 ribu pada tahun 2018 lalu.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Selama ini, PKH tentu sangat membantu bagi kelanjutan pendidikan anaknya-anaknya.

Sebetulnya, ia sudah tak mampu membiayai sekolah anaknya, meskipun sekolah gratis melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Namun, biaya keperluan sekolah masih menjadi tanggungan orang tua. Dengan demikian, adanya dana PKH yang diluncurkan Pemerintah Pusat itu kini anaknya masih bersekolah.

“Kami dengan tenang anak-anak bisa sekolah karena sudah membeli keperluan sekolah, seperti seragam pakaian, sepatu, buku pelajaran,” ungkapnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Begitu pula Yusnil (37) salah satu penerima PKH yang tinggal di Kampung Timbulun, Nagari Aurduri Surantih, Kecamatan Sutera, selama ini keterbatasan ekonomi, dirinya juga seorang janda yang harus menjadi tumpuan empat anaknya untuk bisa bersekolah.

Yusnil mengaku merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, termasuk biaya kesehatan dan pendidikan anak-anak yang kini melanjutkan pendidikan dibangku sekolah.

“Kami sangat senang menerima bantuan PKH dan berharap program tersebut berlanjut,” harapnya.(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB