Peristiwa

Warga Lubuk Basung Dikagetkan Penemuan Kerangka Manusia di Kebun Sawit

Lubuk Basung, Prokabar — Nasib malang dialami pemuda asal Padang Madani, Nagari Persiapan Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung. Ridho Putra Utama (30) meninggal dan hanya tersisa kerangka yang terpisah di Kurao Dalam, Jorong Pasa Durian, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Minggu (14/7) lalu.

Kerangka pemuda tersebut ditemukan Irfan Dafrin (52) dan Bukik (55) saat hendak membuka lahan sawit, yang sudah rimbun. Kedua warga tersebut menemukan kerangka yang tidak utuh yang sudah berserakan di kebun sawit. Diduga kuat telah dimangsa hewan buas, seperti biawak dan buaya.

Menurut Wakil Kepala Polisi Resor Lubuk Basung, Iptu Azhari menjelaskan kerangka tersebut telah terpisah di sekitar lokasi ladang sawit tertinggal dan rimbun semak belukar.

“Kami mendapat laporan, ada temuan kerangka manusia yang sudah terpisah dari tubuhnya. Kondisi diperkirakan 3 minggu. Karena masih terdapat ulat dan bau busuk,” ungkapnya kepada Prokabar.com saat ditemui Mako Polsek Lubuk Basung, Senin (15/7).

Menyikapi temuan itu, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak RSUD Lubuk Basung untuk dilakukan pemeriksaan hingga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Agam.

Awalnya identitas kerangka manusia tersebut tidak diketahui. Bahkan di sekitar daerah tersebut, tidak ada yang kehilangan maupun melapor adanya kehilangan salah satu keluarganya. Dinas Sosial dan Kepolisian sempat bermiat memakamkannya ke TPU Sungai Jariang. Namun karena ada pihak keluarga melapor, pemakaman batal dilakukan.

“Baru saja kami mendapat berita, ada pihak keluarga yang mendatangi Mako Polres Agam untuk melapor. Sesuai ciri-ciri pakaian, celana dan benda yang tersimpan, benar itu adalah milik salah satu keluarganya,” terang Waka Polsek Lubuk Basung tersebut.

Ridho diketahui sudah 12 tahun merantau baru saja pulang dari Medan. Dan diperkirakan tanggal 7 Juli 2019 sampai di Kurao Dalam ke rumah neneknya. Tidak banyak masyarakat yang mengenalnya, kecuali kerabat terdekat.

“Ridho diketahui sempat pulang ke rumah neneknya di Kurao Dalam. Bahkan sempat menemui ayah kandungnya di Batu Ampa. Setelah itu, hendak ke Padang Madani ke rumah Ibunya, melalui jalan semak belukar,” tuturnya.

Dahulunya, jalan tersebut sangat sering dilalui warga. Karena akses jalan dan kendaraan roda dua sudah banyak, jalan setapak itu sudah merimba.

“Sejauh ini, tidak ada dugaan yang mengarah pada kriminal. Karena 4 orang saksi dari pihak keluarga membenarkan pemuda itu pergi melalui jalur tersebut. Bahkan pihak keluarga pun sudah pasrah, mengikhlaskan kepergian Ridho,” pungkasnya. (rud)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top