Warga Kampung Air Terjun Minta Jalan Cor Beton, ini Harapannya pada Pemnag

Penulis -

Rabu, 6 Februari 2019 - 22:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Warga Kampung Air Terjun, Nagari Taratak, Kecamatan Sutra, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), berharap jalan tanah yang menghubungi ke rumah mereka dibangun dengan menggunakan cor beton.

“Jalan ini masih tanah sehingga kondisinya berlumpur dan licin,” kata salah seorang tokoh pemuda setempat, Robber (33) kepada Prokabar.com, Rabu (6/2).

Dikatakannya, panjang jalan ini sekitar 500 meter dan satu-satunya akses jalan bagi kerumah warga, sedangkan jumlah penduduk 60 orang dengan 12 KK.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Kalau hujan turun sudah pasti kondisi jalan tergenang air dan lengket, tidak jarang kendaraan warga terjebak. Ini sudah kami sampaikan kepada pihak nagari, tetapi belum ada realisasinya,” katanya.

Bahkan, kata Robber, pada tanggal 25 Januari warga, Ketua KAN serta mamak kaum suku sikumbang sudah melakukan rapat bersama, bahwa status jalan tersebut sudah dihibahkan kepada pemerintah nagari.

Sehingga, hasil keputusan rapat tersebut sudah disampaikan kepada wali nagari, namun, sayangnya wali nagari belum menanggapi alis jarang dikantor.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Hasil rapat ini sudah kami sampaikan kepada wali nagari dan perangkatnya, namun tak ditanggapi, bahkan wali nagarinya pun jarang dikantor, dicari kerumah pun kerumah wali nagari pun tak ada di tempat, jadi kami serba susah untuk berurusan,” ungkapnya.

Dalam hal ini, Wali Nagari Taratak, Sa’ban mengatakan, tanah tersebut hingga kini belum jelas statusnya, sebab tanah itu milik kaum suku Kumbang. Dan antara anak keponakan kaum Sikumbang masih ada yang tak setuju dengan status hibah.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Jadi kami selaku pemerintah nagari belum berani untuk membangun jalan disitu, sebab jika dibangun akan menimbulkan masalah dikemudian hari,” ujarnya.

Seyogiyanya, kaum Sikumbang menentukan status tanah tersebut, jika itu sudah sepakat dan tak menimbulkan masalah, maka pihak nagari siap untuk membangun jalan sepanjang 500 meter itu.

“Selesaikan dulu status tanahnya, jika sudah ok, maka tahun ini akan kita usulkan dalam Musrenbang nanti,” tutupnya.(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB