Pessel, Prokabar – Warga Kampung Air Terjun, Nagari Taratak, Kecamatan Sutra, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), berharap jalan tanah yang menghubungi ke rumah mereka dibangun dengan menggunakan cor beton.
“Jalan ini masih tanah sehingga kondisinya berlumpur dan licin,” kata salah seorang tokoh pemuda setempat, Robber (33) kepada Prokabar.com, Rabu (6/2).
Dikatakannya, panjang jalan ini sekitar 500 meter dan satu-satunya akses jalan bagi kerumah warga, sedangkan jumlah penduduk 60 orang dengan 12 KK.
“Kalau hujan turun sudah pasti kondisi jalan tergenang air dan lengket, tidak jarang kendaraan warga terjebak. Ini sudah kami sampaikan kepada pihak nagari, tetapi belum ada realisasinya,” katanya.
Bahkan, kata Robber, pada tanggal 25 Januari warga, Ketua KAN serta mamak kaum suku sikumbang sudah melakukan rapat bersama, bahwa status jalan tersebut sudah dihibahkan kepada pemerintah nagari.
Sehingga, hasil keputusan rapat tersebut sudah disampaikan kepada wali nagari, namun, sayangnya wali nagari belum menanggapi alis jarang dikantor.
“Hasil rapat ini sudah kami sampaikan kepada wali nagari dan perangkatnya, namun tak ditanggapi, bahkan wali nagarinya pun jarang dikantor, dicari kerumah pun kerumah wali nagari pun tak ada di tempat, jadi kami serba susah untuk berurusan,” ungkapnya.
Dalam hal ini, Wali Nagari Taratak, Sa’ban mengatakan, tanah tersebut hingga kini belum jelas statusnya, sebab tanah itu milik kaum suku Kumbang. Dan antara anak keponakan kaum Sikumbang masih ada yang tak setuju dengan status hibah.
“Jadi kami selaku pemerintah nagari belum berani untuk membangun jalan disitu, sebab jika dibangun akan menimbulkan masalah dikemudian hari,” ujarnya.
Seyogiyanya, kaum Sikumbang menentukan status tanah tersebut, jika itu sudah sepakat dan tak menimbulkan masalah, maka pihak nagari siap untuk membangun jalan sepanjang 500 meter itu.
“Selesaikan dulu status tanahnya, jika sudah ok, maka tahun ini akan kita usulkan dalam Musrenbang nanti,” tutupnya.(min)

















