Trending | News | Daerah | SemenPadangFC

Daerah

Warga Ingin Kayu Gelondongan di Permukaan Tepi Danau Singkarak Dibersihkan

Tanah Datar, Prokabar – Selain merusak infrastruktur dan lahan pertanian serta ladang milik warga, banjir bandang yang melanda Jorong Tanjung Sawah Nagari Padang Laweh Malalo, Tanah Datar pada Jumat lalu juga merusak permukaan bibir danau Singkarak.

Tepat berada di titik muara banjir bandang, terjadi pengikisan terhadap bibir danau, yang panjangnya lebih kurang 10 meter. Pengikisan oleh derasnya banjir bandang yang disertai batu yang berukuran besar itu juga membetuk seperti sebuah lubang, yang menurut warga kedalamannya mencapai 6 meter.

Marjoni, salah seorang korban banjir atau pekerja dari bengkel furniture yang turut dihondoh banjir bandang mengatakan jika kerusakan yang terjadi diakibatkan oleh banjir dari bukit patah gigi. Air yang disertai bebatuan itu mengikis permukaan tanah dan bermuara ke Danau Singkarak.

“Ini karena banjir kemaren itu pak. Batu yang hanyut itu kan besar, dikikisnya bibir danau ini sampai kesini (sambil menunjuk batas pengikisan),” kata Marjoni.

Selain terjadinya pengikisan terhadap bibir danau, pada tepi permukaan Danau Singkarak saat ini juga dipenuhi dengan tumpukan kayu gelondongan. Kayu-kayu tersebut terbawa arus banjir bandang dari bukit patah gigi.

“Ukuran kayu yang mengapung di permukaan danau ini mulai dari ukuran kecil hingga besar pak. Mana yang bisa dimanfaatkan kita manfaatkan. Untuk mengangkatnya, tidak bisa sendiri. Butuh alat ini,” katanya saat ditemui tengah mencari harta benda miliknya yang alat-alat perabotan dan ludes disapu banjir.

Sebagai warga setempat, dia dan warga lainnya beraharap, pengikisan terhadap bibir danau tersebut dapat diperbaiki dan kayu-kayu juga diangkat dari dalam danau. Ia khawatir, jika dibiarkan berlarut larut, kayu tersebut dapat merusak ekosistem Danau Singkarak yang selama ini dikenal sebagai penghasil ikan bilih. (eym)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top