Warga Ingin Kayu Gelondongan di Permukaan Tepi Danau Singkarak Dibersihkan

Penulis -

Senin, 20 Januari 2020 - 22:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Selain merusak infrastruktur dan lahan pertanian serta ladang milik warga, banjir bandang yang melanda Jorong Tanjung Sawah Nagari Padang Laweh Malalo, Tanah Datar pada Jumat lalu juga merusak permukaan bibir danau Singkarak.

Tepat berada di titik muara banjir bandang, terjadi pengikisan terhadap bibir danau, yang panjangnya lebih kurang 10 meter. Pengikisan oleh derasnya banjir bandang yang disertai batu yang berukuran besar itu juga membetuk seperti sebuah lubang, yang menurut warga kedalamannya mencapai 6 meter.

Baca Juga :  Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

Marjoni, salah seorang korban banjir atau pekerja dari bengkel furniture yang turut dihondoh banjir bandang mengatakan jika kerusakan yang terjadi diakibatkan oleh banjir dari bukit patah gigi. Air yang disertai bebatuan itu mengikis permukaan tanah dan bermuara ke Danau Singkarak.

“Ini karena banjir kemaren itu pak. Batu yang hanyut itu kan besar, dikikisnya bibir danau ini sampai kesini (sambil menunjuk batas pengikisan),” kata Marjoni.

Baca Juga :  Kabut Asap Kiriman Kembali Menyelimuti Maninjau

Selain terjadinya pengikisan terhadap bibir danau, pada tepi permukaan Danau Singkarak saat ini juga dipenuhi dengan tumpukan kayu gelondongan. Kayu-kayu tersebut terbawa arus banjir bandang dari bukit patah gigi.

“Ukuran kayu yang mengapung di permukaan danau ini mulai dari ukuran kecil hingga besar pak. Mana yang bisa dimanfaatkan kita manfaatkan. Untuk mengangkatnya, tidak bisa sendiri. Butuh alat ini,” katanya saat ditemui tengah mencari harta benda miliknya yang alat-alat perabotan dan ludes disapu banjir.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua

Sebagai warga setempat, dia dan warga lainnya beraharap, pengikisan terhadap bibir danau tersebut dapat diperbaiki dan kayu-kayu juga diangkat dari dalam danau. Ia khawatir, jika dibiarkan berlarut larut, kayu tersebut dapat merusak ekosistem Danau Singkarak yang selama ini dikenal sebagai penghasil ikan bilih. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua
Perbaikan Intake Gou Kuranji Dikebut, Diperkirakan Tuntas Hari Ini
Kabut Asap Kiriman Kembali Menyelimuti Maninjau
Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah
101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang
Hujan Deras Picu Gangguan Pelayanan Air Minum, Sejumlah Intake Perumda Air Minum Kota Padang Terdampak
Sambut HUT ke-26, FKIKSP Salurkan Bantuan Rp10,23 Juta untuk Panti Asuhan Al Hurul Ain
BPBD Padang Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kampung Apa Koto Tangah

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:02 WIB

KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Perbaikan Intake Gou Kuranji Dikebut, Diperkirakan Tuntas Hari Ini

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Kabut Asap Kiriman Kembali Menyelimuti Maninjau

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:32 WIB

101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang

Berita Terbaru

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 0;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo:  ;confidence:  ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 30;

Daerah

Kabut Asap Kiriman Kembali Menyelimuti Maninjau

Selasa, 13 Okt 2026 - 07:31 WIB