Warga Goro Pembuatan Jembatan Darurat Pejalan Kaki dan Roda Dua.

Penulis -

Minggu, 7 Desember 2025 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maninjau, Prokabar.com – Masyarakat bersama jajaran Polri dan relawan melaksanakan gotong royong pembuatan jembatan darurat pejalan kaki dan roda dua, Minggu pagi (7/12). Setelah sempat bisa terlewati namun hujan lebat melanda wilayah ini Sabtu sore (6/12), terputus dan harus pembuatan jembatan darurat agar akses bisa terhubung kembali.

Aksi gerak cepat ini harus terbangun agar kondisi terisolir di Masjid Ummil Qura, Kukuban sampai ke Sungai Batang tidak terjadi kembali. Kondisi bencana yang melanda terus berdampak luas, tidak hanya korban terkena banjir bandang tapi juga masyarakat yang berada di wilayah dalam perkampungan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Kebutuhan masyarakat yang biasa terpenuhi melalui Pasar Rabaan setiap hari Rabu di Kubu Nagari Sungai Batang, kini tidak lagi terpenuhi karena pedagang tidak bisa beraktifitas. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan hidup masyarakat di wilayah tersebut terancam kelaparan.

Beruntung bantuan dari berbagai pihak cukup banyak dan memenuhi gudang logistik di setiap posko darurat bencana nagari sampai ke Jorong-jorong. Akan tetapi hal itu tentu memiliki batas waktu tergantung lama pembenahan dan penanganan bencana sampai kondisi aliran sungai terbenahi.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Kebutuhan paling utama saat ini adalah alat berat untuk normalisasi sungai dan jembatan darurat yang aman dilewati. Di aliran sungai Bancah Balok, Nagari Maninjau setidaknya butuh dua hingga tiga unit alat berat agar cepat penanganannya.

Sedangkan di Nagari Sungai Batang, khususnya di Jorong Labuah, Jorong Nagari dan Jorong Kubu butuh alat berat setidaknya 3 unit alat berat. Burmal Datuak Puncak, Walijorong Labuah mengatakan, kebutuhan logistik untuk beberapa hari ini sudah aman.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Yang tidak aman saat ini adalah kondisi aliran air sungai yang memasuki pusat perkampungan penduduk di Jorong Labuah, Jorong Nagari dan Jorong Kubu. Hal ini sangat mengancam keselamatan relawan dan warga yang berada sekitarnya,,” tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB