Maninjau, Prokabar.com – Masyarakat bersama jajaran Polri dan relawan melaksanakan gotong royong pembuatan jembatan darurat pejalan kaki dan roda dua, Minggu pagi (7/12). Setelah sempat bisa terlewati namun hujan lebat melanda wilayah ini Sabtu sore (6/12), terputus dan harus pembuatan jembatan darurat agar akses bisa terhubung kembali.
Aksi gerak cepat ini harus terbangun agar kondisi terisolir di Masjid Ummil Qura, Kukuban sampai ke Sungai Batang tidak terjadi kembali. Kondisi bencana yang melanda terus berdampak luas, tidak hanya korban terkena banjir bandang tapi juga masyarakat yang berada di wilayah dalam perkampungan.

Kebutuhan masyarakat yang biasa terpenuhi melalui Pasar Rabaan setiap hari Rabu di Kubu Nagari Sungai Batang, kini tidak lagi terpenuhi karena pedagang tidak bisa beraktifitas. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan hidup masyarakat di wilayah tersebut terancam kelaparan.
Beruntung bantuan dari berbagai pihak cukup banyak dan memenuhi gudang logistik di setiap posko darurat bencana nagari sampai ke Jorong-jorong. Akan tetapi hal itu tentu memiliki batas waktu tergantung lama pembenahan dan penanganan bencana sampai kondisi aliran sungai terbenahi.
Kebutuhan paling utama saat ini adalah alat berat untuk normalisasi sungai dan jembatan darurat yang aman dilewati. Di aliran sungai Bancah Balok, Nagari Maninjau setidaknya butuh dua hingga tiga unit alat berat agar cepat penanganannya.
Sedangkan di Nagari Sungai Batang, khususnya di Jorong Labuah, Jorong Nagari dan Jorong Kubu butuh alat berat setidaknya 3 unit alat berat. Burmal Datuak Puncak, Walijorong Labuah mengatakan, kebutuhan logistik untuk beberapa hari ini sudah aman.
“Yang tidak aman saat ini adalah kondisi aliran air sungai yang memasuki pusat perkampungan penduduk di Jorong Labuah, Jorong Nagari dan Jorong Kubu. Hal ini sangat mengancam keselamatan relawan dan warga yang berada sekitarnya,,” tutupnya. (rud)
















