Agam, Prokabar — Bencana nan melanda Jorong Galapuang, Nagari Tanjung Sani Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Rabu malam (20/11) menyisakan material kayu, lumpur dan bebatuan. Ratusan masyarakat dan korban terkena dampak tersebut, mulai bergotong royong membersikah rumah yang bisa dilakukan secara manual, Kamis pagi (21/11).
Zafri Yendi, Wali Jorong Galapuang mengatakan kejadian sejak pukul 2 siang, saat hujan mulai lebat. “Sekira pukul 18.00 WIB, anak sungai mulai membesar dan membuat warga waspada. Tidak lama, warga mulai mengungsi dan kondisi memburuk,” katanya.
Beruntung warga cepat menghindar dan mengungsi ke rumah tetangga. “Andai warga telat mengungsi, bisa menyebabkan korban jiwa. Beruntung itu tidak terjadi,” ujarnya.
Sementara itu, Hasbi salah seorang warga menjelaskan di Kamis pagi ini, warga mulai bergotong royong membersihakan rumah terkena material lumpur dan bebatuan.
“Kami dan keluarga sudah mulai membantu saudara yang terkena musibah. Membersihkan bebatuan besar dan lumpur, sehingga bisa ditempati lagi,” terangnya.
Irfan Amran, selaku tokoh masyarakat setempat mengatakan ia bersama Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya, BPBD agam dan lainnya telah melakuan tanggap darurat. “Kita bersama pemerintah akan melakukan koordinasi untuk cepat memberikan tanggap darurat bencana. Logistik adalah bantuan yang paling dibutuhkan saat ini,” tegasnya.
Saat ini, masyarakat bersama Kodim 0304 Agam, Polres Agam, BPBD, Satpol PP dan Damkar Agam telah melakukan pendataan hingga pembersihan material. “Berharap bencana tersebut segera pulih, dan jalan 200 meter yang terputus dapat segera dilewati,” pungkas Irfan Amran. (rud)
















