Warga Bayua Serahkan Kijang Hamil ke BKSDA Resor Agam

Penulis -

Jumat, 27 Desember 2019 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lubukbasung, Prokabar – Joni Arman (41) warga Durian Diaue, Jorong Pincuran Tujuh, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyerahkan seekor kijang atau Muntiacus Muntjak ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam.

“Kijang itu dalam kondisi mengandung dan diperkirakan akan melahirkan,” katanya di Lubukbasung, Jumat (27/12).

Ia mengatakan, kijang itu ditangkap saat berada di halaman rumah yang diduga tersesat.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Melihat kijang itu, Joni beserta dua tetangga mencoba menangkapnya, namun kijang itu lari dengan kencang ke halaman rumah, sehingga kijang itu terkurung.

“Kijang tidak bisa keluar dan kami langsung menangkap pada Jumat (27/12) sekitar pukul 09.00 WIB. Kijang itu langsung diikat dan dimasukkan ke kandang,” katanya.

Setelah itu, pihaknya langsung mencari nomor telpone BKSDA di Google, sehingga petugas konservasi itu langsung menghubungi BKSDA Resor Agam.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Langkah itu diambil karena pihaknya kasihan dengan kondisi kijang yang sedang hamil tua dan takut ditangkap orang mengingat daerah itu lokasi berburu kijang, kancil dan lainnya.

“Warga sering berburu kijang pada dini hari,” katanya.

Sementara Polisi Kehutanan BKSDA Resor Agam, Hengki pihaknya langsung menuju lokasi untuk mengambil kijang tersebut.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Saat ini kijang tersebut sudah berada di kantor BKSDA Resor Agam untuk dirawat dan setelah itu akan diperiksa oleh dokter hewan Pusat Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Agam.

Apabila kondisi kijang sehat, tambahnya, maka kijang tersebut akan dilepasliarkanke habitatnya.

“Lepasliar tergantung pemeriksaan yang bakal dilakukan dokter hewan,” katanya. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB