Prokabar.com – Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Muhammad Syafi’i, mendorong Universitas Islam Negeri (UIN) Bukittinggi menjadi aktor penting dalam implementasi Asta Protas.
Wamenag menyampaikan hal ini dalam kunjungan kerjanya ke Sumatera Barat beberapa waktu lalu.
“Kami ingin UIN Bukittinggi tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga nyata dirasakan kehadirannya di tengah masyarakat. Asta Protas menekankan pentingnya kampus berdampak,” ujar Wamenag.
Baca Juga: Bupati dan Ketua DPRD Dharmasraya Sepakat Anti Terkait Praktek Korupsi
Asta Protas merupakan delapan agenda transformasi yang kini menjadi arah kebijakan Kementerian Agama, meliputi:
- Reformasi Tata Kelola,
- Kampus Moderasi Beragama,
- Kampus Digital,
- Daya Saing Lulusan,
- Integrasi Keilmuan,
- Internasionalisasi,
- Green Campus,
- Kampus Berdampak.
UIN Bukittinggi dinilai memiliki fondasi kuat untuk menjadi pelaksana aktif Asta Protas, khususnya dalam penguatan nilai moderasi beragama, inovasi digital, serta riset keislaman yang terhubung langsung dengan pengembangan masyarakat.
Rektor UIN Bukittinggi, Silfia Hanani, menyambut positif ajakan sinergi yang disampaikan Wamenag.
Dia menegaskan UIN Bukittinggi siap menjadi bagian dari penggerak utama transformasi pendidikan Islam di Indonesia, khususnya melalui implementasi Asta Protas.
Saat ini UIN Bukittinggi tidak lagi membatasi peranannya hanya apda sektor akademik semata.
UIN Bukittinggi juga aktif membangun pusat-pusat keunggulan yang berorientasi pada kebermannfaatan nyata di tengah masyarakat.
“Kami terus berbenah. Kami tengah mengembangkan pusat riset dan pengabdian masyarakat yang fokus pada isu lokal hingga pendidikan berbasis inklusi,” kata Silfia Hanani.
Baca Juga: Ini Bedanya Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat yang Sudah Ada di Sumbar
Dia menambahkan, UIN Bukittinggi tidak sekadar mengejar reputasi akademik.
UIN Bukittinggi juga merancang kebijakan internal agar hasil riset, inovasi digital, dan sumber daya manusia di kampus menyentuh kehidupan masyarakat.
“Jika Kemenag berbicara tentang Asta Protas, maka kami memaknainya sebagai panggilan zaman. Kampus harud berdiri teguh sebagai pusata moderasi, inovasi, dan penguatan nilai keislaman yang kontekstual dan solutif,” tutupnya.
















