Walnag Tempatih, Akan Diperiksa Soal Monopoli Aset Negara 

Penulis -

Selasa, 23 Februari 2021 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PesisirSelatan, Prokabar – Inspektorat Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), akan diperiksa soal dugaan monopoli aset BUM-Nag Nagari Teratak Tempatih Kecamatan Batang Kapas, dibintangi wali nagari.

Inspektur, Ahda Yanuar dengan tegas mengatakan, sebelum melakukan pemeriksaan, ia meminta masyarakat memberikan laporan secara tertulis. Hal itu guna memperkuat alasan inspektorat dalam memeriksa dan menindak wali nagari yang bersalah secara hukum.

“Jadi, ada dasar kami untuk turun nanti. Jika memang terbukti bersalah, akan diproses secara hukum,” ungkapnya pada wartawan di Painan, (23/2).

Inspektorat, katanya, sangat mendukung adanya kontrol masyarakat dalam setiap persoalan yang terjadi di nagari. Kendati demikian, tetap dengan prosedurnya dan menaati setiap proses yang dilakukan.

“Ya karena masyarakat juga sebagai kontrol di tengah pemerintah. Kalau seandainya ada ke alfahan atau kekeliruan, masyarakat bisa memberikan informasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Informasi dihimpun Prokabar.com, petani durian di Nagari Teratak Tempati, Kecamatan Batang Kapas, mengeluhkan freezer milik BUM-Nag dipakai wali nagari untuk bisnis pribadi.

Salah seorang petani setempat yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan, praktek mencari keuntungan pribadi itu sudah dilakukan selama 3 tahun terakhir. Padahal, mesin pendingin dibeli melalui dana nagari.

“Ya, benar. Ada kesewenang-wenangan di situ. Padahal itu aset nagari,” ujarnya.

Ia menjelaskan, aset BUM-Nag yang dipakai wali nagari berupa 5 unit freezer dan 10 unit kulkas. Untuk freezer, 3 unit dibeli dengan uang BUM-Nag tahun anggaran 2017 dan sisanya melalui bantuan pemerintah daerah.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Padahal, pembelian freezer dan kulkas itu dibeli guna meningkatkan harga jual durian masyarakat. Dengan diolah melalui mesin pendingin, secara otomatis harga durian milik petani menjadi meningkat.

Karena itu, masyarakat petani durian meminta pemerintah daerah dan aparat hukum segera mengaudit keuangan BUM-Nag di Kenagarian Teratak Tempatih.

“Kami sangat berharap. Idealnya saat musim durian ini, masyarakat dan BUM-Nag dapat pemasukan dengan adanya freezer dan kulkas itu,” ungkapnya.

Menurutnya, potensi durian ekonomi dutian Kenagarian Teratak Tempatih mencapai Rp10 miliar per tahun. Bahkan, jika dikelola dengan baik seperti freezer dan kulkas, misalnya, bisa menjadi lebih.

Secara terpisah, Anggota DPRD Pessel, Daskom meminta agar inspektorat segera mengaudit aset BUM-Nag yang ada di daerah itu. Jangan sampai keuangan negara dipakai untuk keuntungan pribadi.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Saya di Komisi I nanti akan minta pemerintah daerah melakukan audit terkait keuangan dan aset BUM-Nag,” tutup Politisi PDIP Dapil I Pessel itu.

Ketua BUM-Nag setempat, Sardi. Ia meminta untuk menanyakan langsung ke wali bersangkutan. Pasalnya, ia sudah diberhentikan wali secara lisan.

“Tanya ke dia langsung (wali nagari Taratak Tampatih, karena saya sudah diberhentikan. Saya diberhentikan secara lisan,” tutupnya.

Sementara, Wali Nagari Teratak Tempatih, Zaimal Yunis ketika dihubungi wartawan tidak menjawab. Bahkan, ketika didatangi ke kantornya, pelayanan publik di kenagarian itu sudah tutup pada pukul 14.00 WIB. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB