Pariaman, Prokabar – Walikota Pariaman Genius Umar tidak puas dengan infrastruktur yang ada di pasar pariaman.
Meskipun pembangunan tersebut sudah mendapat bantuan Pemerintah Pusat.
Dalam sambutannya, Wako Genius juga meminta bantuan sejumlah infrastruktur tambahan.
“Di depan pasar ini kami masih ada lahan tanah Pemda.”
“Kami berencana untuk membangun pasar basah, agar menjaga higienitas Pasar Pariaman,” kata Genius Umar.
Baca Juga:
- Wapres Ma’ruf Amin Kunjungi Sumbar, Lihat Langsung Vaksinasi
- Berkunjung Ke Sumbar, Wapres Lepas Sarung
- Fisioterapi. Layanan Pengobatan yang Kembalikan Fungsi Gerak Tubuh
Anggaran membangun Pasar Pariaman menghabiskan anggarap Rp 100 miliar.
Pembangunan pasar ini sejak 2009 dan sempat rusak akibat gempa di tahun tersebut sehingga pengerjaan tertunda dan baru resmi sekarang ini.
“Pasar ini konsepnya green building, dan juga ramah terhadap gempa, karena pondasinya kuat, selain itu di atas juga ada shalter untuk evakuasi,” lanjut Genius.
Baca Juga Milenialisme.com
- 11 Aturan untuk Umat Islam Jalani Ibadah Ramadan
- Besok, Hendri Septa Dilantik sebagai Wali Kota Padang
- Harga Sembako Merangkak Naik Jelang Ramadan
Pada kesempatan itu, Wako juga meminta sejumlah infrastruktur seperti anggaran melanjutkan pembangunan masjid terapung.
“Kota Pariaman ini adalah awal penyebaran Islam, maka kami membangun mesjid terapung, tapi karena covid, pembangunan terhenti, kami meminta Pak Wapres bisa membantu melanjutkan pembangunan,” lanjutnya
Selain mesjid, Wako juga berharap ke pemerintah pusat untuk membangun pelabuhan ke Mentawai. Karena Pariaman sebenarnya lebih dekat ke Mentawai, dan pelabuhan ini bisa menggerakkan pariwisata. (laf)
















