Padang, Prokbar – Di tengah berjalannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Padang, Wako Hendri Septa terjun antarkan bantuan bagi masyarakat malam-malam.
Warga yang mendapat bantuan itu ikut terdampak secara ekonomi atas kebijakan tersebut.
Pasalnya, selama PPKM Darurat sejumlah aturan yang berlaku, termasuk pembatasan jam berjualan yang dibatasi hingga pukul 20.00 WIB.
Bantuan itu berupa beras bersumber dari bantuan lembaga sosial (charity) seperti Baznas Padang, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumbar dan lainnya.
Diketahui, Kota Padang menerapkan PPKM Darurat guna mengendalikan pandemi Covid-19 mulai 12 Juli sampai 20 Juli 2021.
Kebijakan ini pun diambil berdasarkan adanya Instruksi Mendagri No.20 Tahun 2021 tentang Perubahan Instruksi Mendagri No.17 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19.
“Alhamdulillah bantuan ini sebenarnya sudah mulai dibagikan sejak (kemarin-red). Dan hari ini kita lanjutkan lagi dengan bersama-sama turun ke jalan menyerahkannya bagi sejumlah pedagang kaki lima (PKL) dan sejenisnya,” ungkap Wako saat penyerahan bantuan di Kecamatan Padang Barat dan Padang Utara, Jumat malam (16/7).
Juga hadir di kesempatan itu Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir, Dandim 0312/Padang Kolonel Inf M. Ghoffar Ngismangil, Kajari Padang Ranu Subroto dan jajaran Satuan Tugas (Satgas) PPKM Kota Padang. Juga terlihat Anggota Komisi IV DPRD Padang Faisal Nasir.
Selain menyerahkan bantuan, Wako juga ingin memastikan kondisi masyarakat termasuk para pelaku usaha saat ini.
“Setelah kita tanya kepada PKL jawaban mereka cukup menyedihkan. Untuk itu kita sangat berharap semoga tidak ada perpanjangan dan Covid-19 dapat tertangani secara baik,” imbuhnya.
Selanjutnya Wako mengungkapkan, terkait bantuan beras pihaknya telah menerima bantuan sebanyak 26 ton beras.
“Beras tersebut kita paketkan menjadi 10 kg per paketnya. Jadi ada 2600 paket yang kita bagikan se-Kota Padang. Insya Allah bantuan ini kita serahkan kepada warga yang paling terdampak diantaranya PKL, pedagang asongan, warga kurang mampu dan sejenisnya. Semoga upaya ini dapat meringankan beban bagi warga Kota Padang,” harapnya bersemangat. (*/mbb)
















