Padang, Prokabar – Pemerintah Kota Padang menggelar rapat strategis dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana hidrometeorologi.
Rapat berlangsung di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Senin (29/6/2026).
Wali Kota Padang Fadly Amran memimpin pertemuan tersebut dan menyatakan komitmen penuh Pemko Padang untuk mendukung program rehab-rekon yang didanai APBN sebesar Rp1,1 triliun melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
Pertemuan membahas berbagai hal, mulai dari penyelesaian lahan, normalisasi sungai, pengendalian sedimentasi, pembangunan infrastruktur pengendali banjir, hingga penguatan tata ruang sebagai mitigasi bencana ke depan. Fadly Amran telah menginstruksikan seluruh OPD terkait, camat, dan lurah untuk mempercepat persiapan di lapangan agar pekerjaan dapat dimulai pada Agustus 2026.
“Pelaksanaan rehab-rekon ini menjadi tanggung jawab bersama. Saya meminta seluruh pihak memastikan pekerjaan BWS berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sebab ini menyangkut keselamatan masyarakat,” ujar Fadly Amran.
Ia juga menyatakan kesiapan Pemko Padang untuk menyelesaikan persoalan lahan, termasuk opsi relokasi warga di kawasan rawan bencana.
“Kita juga akan mempercepat revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai dasar penataan kawasan rawan bencana, termasuk membuka opsi relokasi warga jika menjadi solusi terbaik demi keselamatan masyarakat,” tambahnya.
Plt. Kepala BWS Sumatera V Padang Reski Wahyudi menyatakan pihaknya siap melaksanakan program tersebut. Namun, ia menekankan pentingnya penyelesaian lahan agar target Agustus dapat tercapai.
“Kami siap melaksanakan rehab-rekon, tetapi pengendalian banjir tidak akan tuntas tanpa penyelesaian lahan. Kami berharap Pemko Padang dapat mempercepat prosesnya, sehingga target pelaksanaan mulai Agustus dapat terealisasi,” kata Reski.
Ia menambahkan bahwa seluruh pekerjaan ditargetkan rampung dalam tiga tahun untuk memperkuat ketahanan Kota Padang terhadap banjir di masa mendatang.
“Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu tiga tahun sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan Kota Padang terhadap ancaman banjir di masa mendatang,” jelasnya.
Rapat ini dihadiri pula Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Dinas PUPR Malvi Hendri, Kalaksa BPBD Hendri Zulviton, serta camat dari kecamatan terdampak seperti Pauh, Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.
















