Wako Bukittinggi Optimis Capai Target 70 Persen Warga Divaksin

Penulis -

Minggu, 24 Oktober 2021 - 22:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukittinggi, Prokabar – Pemerintah Kota Bukittinggi terus memacu capaian vaksinasi Covid-19 hingga ke target ‘Herd Immunity” atau kekebalan kelompok yakninya 70 persen populasi penduduk Bukittinggi telah divaksinasi.

“Saat ini warga Bukittinggi yang telah divaksinasi mencapai 60 persen dan optimis target 70 persen untuk mencapai “Herd Immunity” akan terwujud pada akhir tahun,” ujar Walikota Bukittinggi, Erman Safar, Sabtu (23/10).

Wako Erman optimis target 70 persen untuk mencapai “Herd Immunity” akan terwujud pada akhir tahun.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Saat ini, seluruh elemen terus berupaya agar target 70 persen tercapai. Wako telah menginstruksiskan jajarannya untuk terus mengajak warga Bukittinggi,” ujar Erman Safar.

Menurut Wako, saat ini seluruh elemen terus berupaya agar target 70 persen tercapai. Wako telah menginstruksiskan jajarannya untuk terus mengajak warga Bukittinggi yang belum melakukan vaksinasi agar segera melakukan vaksinasi.

“Untuk tempat vaksin di Bukittinggi sangat gampang ditemukan. Sekolah, Kelurahan gencar menggelar Gebyar Vaksinasi, RSUD Bukittinggi dan Puskesmas-Puskesmas juga menggelar vaksinasi setiap harinya. TNI/Polri secara rutin terus mengadakan Serbuan Vaksin di Lapangan Wirabraja dan di Mako Polres. Bahkan Polres Bukittinggi membuka gerai Serbuan Vaksin pada malam hari,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Wako menjelaskan, target capaian 70 persen warga yang telah divaksinasi sangat penting, karena jika 70 persen populasi penduduk telah kebal terhadap suatu virus, maka 7 dari setiap 10 orang yang bertemu seseorang dengan penyakit tersebut tidak akan sakit dan tidak akan menyebarkan virus tersebut.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Dijelas Erman Safar, dengan cara ini, penyebaran penyakit tersebut dapat dikendalikan.

“Inilah yang disebut dengan Herd immunity atau kekebalan kelompok, dimana ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular tertentu sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut,” kata Wako Erman. (*/vina)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB