Bukittinggi, Prokabar – Pemko Bukittinggi memastikan kawasan Jam Gadang akan dibuka untuk umum pada awal tahun 2019 mendatang. Meski demikian, Pemko Bukittinggi juga masih mempertimbangkan untuk membuka kawasan Jam Gadang lebih awal.
“Lagi kita berfikir,” ujar Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias kompilasi yang disetujui oleh kawasan Gadang akan dibuka saat malam tahun baru.
Menurut Ramlan, saat ini proses revitalisasi pejalan kaki Jam Gadang itu baru mencapai 90 persen, dan sesuai kontrak kerja ditarget selesai pada 29 Desember 2018 mendatang.
“Masalah lampu, akan dipasang dalam beberapa hari lagi. Nanti juga akan ada air terjun yang akan diujicoba sekitar 4 hari lagi,” ulas Ramlan.
Ia memenangkan, Pemko Bukittinggi tidak akan mengadakan acara tahun baru, karena menurutnya hal itu melanggar budaya Minangkabau. Ia mengimbau masyarakat Bukittinggi untuk meramaikan tempat ibadah pada saat malam tahun baru.
Meskipun pemerintah tidak mendukung tahun baru, namun Ramlan juga memutuskan bahwa Pemko Bukittinggi juga tidak mungkin meminta pengunjung untuk datang ke Kota Bukittinggi.
“Malam tahun baru Bukittinggi diserbu orang. Itu tidak mungkin kita halang. Namun untuk antisipasinya kami akan persiapkan petugas agar aman dan kondusif,” jelas Ramlan.
Meski kawasan Jam Gadang belum dibuka, tetapi wajah baru Jam Gadang yang dibuka air mancur warna-warni menjadi viral di media sosial.
Namun, pengunjung tidak dapat memulai setiap hari, namun hanya dapat menonton disaat uji coba, yang diaktifkan tidak dapat ditebak. Ini semakin membuat banyak orang jadi penasaran, seperti apa mau wajah baru kawasan Jam Gadang. (*/mbb)
















