Daerah

Wahyu IP Mengaku Tidak Akan Ambil Gaji Jika Diamanahkan Sebagai Bupati

Tanah Datar, Prokabar — Sebagai bakal calon Bupati Tanah Datar periode 2021-2026, Wahyu IP kian dikenal oleh masyarakat luas. Sambutan hangatpun diterima pria yang akrab disapa Wahyu ini saat menghadiri undangan yang dilayangkan kepada dirinya.

Selasa malam (7/1), di Jorong Galogandang, Nagari Tigo Koto, Kecamatan Rambatan, puluhan masyarakat antusias menyambut bakal calon Bupati itu untuk sekedar bersilaturahmi jelang pilkada 2020. Bertempat disebuah kedai kopi, Wahyu IP terlihat akrab dan bercengkrama dengan masyarakat yang hadir.

Singgah ke kedai kopi yang sekaligus lokasi bagi pecinta saluang dendang itu, bukan kali pertama bagi seorang Ketua DPD Golkar kota padang itu. Beberapa waktu lalu, Wahyu juga mendapat undangan dari masyarakat untuk bisa hadir dan bertatap muka bersama para pecinta saluang dendang.

Dikesempatan ini, Wahyu IP mengatakan jika saluang merupakan sebuah kesenian tradisional minangkabau yang sampai saat ini masih melekat dihati masyarakat. Seiring perkembangan zaman, saluang juga mulai bertransformasi dengan diiringi alat musik lain, seperti kibord.

” dendang saluang harus tetap dilestarikan karena termasuk salah satu ikon musik daerah kita. Jangan musik khas Minangkabau ini nantinya justru tenggelam akibat banyaknya musik-musik impor yang masuk ke tanah air,” ucap Wahyu.

Sebagai bakal calon Bupati, Wahyu mengaku jika diamanahkan dan terpilih sebagai Bupati, ia tidak akan mengambil gajinya selama menjabat nanti. Seluruh gaji tersebut akan diperuntukan bagi kepentingan kelanjutan pendidikan generasi penerus Luhak Nan Tuo.

” jika diizinkan dan diamanahkan masyarakat, saya tidak akan mengambil gaji saya sepersenpun. Gaji Bupati akan saya alihkan untuk kebutuhan pendidikan bagi anak anak kita yang membutuhkan,” ujarnya.

Dihadapan masyarakat, Wahyu juga menyampaikan visi dan misinya sebagai balon Bupati, salah satunya akan membasmi peredaran narkotika di Tanah Datar. Karena menurut Wahyu, efek narkoba sangat merusak sendi sendi masyarakat Minangkabau yang selama ini berlandaskan adat basandi syara’, Syara’ basandi Kitabullah (ABS – SBK).

Sebagai penutup, Wahyu IP juga meminta dendang lagu dengan judul banda 10 yang khusus dimainkan dengan alat musik tiup, seruling saja. Wahyu berharap, para pecinta saluang dapat menjaga ketertiban dan keamanan selama kegiatan tersebut berlansung. (eym)

Berani Komen Itu Baik

Tirto.ID
Loading...
To Top