Daerah

Wagub Sumbar : Peserta Magang ke Jepang Harus Bebas Narkoba dan Bukan Pelaku LGBT

Padang, Prokabar – Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit menegaskan selain kompetensi, calon peserta magang harus benar-benar bebas dari narkoba dan perilaku menyimpang seperti LBGT.

“Program magang di Jepang adalah kesempatan emas. Harus ditangani dengan serius. Jangan sampai ada calon yang kecanduan dengan narkoba dan penyimpangan sexual seperti LGBT, karena bisa merusak nama bangsa,” kata Nasrul Abit ketika pembukaan seleksi calon peserta seleksi magang ke Jepang di Padang, Senin (1/4).

Dia mengtakan, program pemagangan ke Jepang itu juga bisa menjadi solusi dalam memberikan kesempatan kepada pencari kerja untuk meningkatkan keterampilan sehingga dapat bersaing memasuki pasar kerja.

Apalagi peserta untuk program magang tersebut tidak dibatasi jumlahnya asalkan melalui mekanisme yang telah diatur sehingga akan sangat positif jika bisa dimanfaatkan.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumbar, Nazrizal mengatakan kemampuan pencari kerja di Sumbar masih belum maksimal sehingga masih mampu memenuhi standar nilai yang ditetapkan oleh tim pusat untuk bisa diberangkatkan magang ke Jepang.

“Ada serangkaian proses yang harus dilalui oleh calon peserta. Yang diberangkatkan adalah mereka yang dinilai memenuhi standar,” katanya.

Menurutnya kesempatan kerja sambil berlatih melalui program magang ke Jepang sangat potensial dan menjanjikan bagi pencari kerja Sumbar, bila dibandingkan dengan kesempatan kerja di Indonesia atau negara tetangga.

Pengalaman dan pendapatan selama magang bisa menjadi modal untuk mengembangkan potensi saat kembali ke Sumbar. Daya saing sebagai pencari kerja akan lebih tinggi dengan adanya pengalaman magang luar negeri itu.

Bahkan, imbuhnya mungkin selama proses magang bisa membuka pikiran hingga menciptakan lapangan kerja sendiri.

Sayangnya, sebagian calon peserta yang mendaftar ternyata tidak menyiapkan diri menguasai materi-materi pada tahapan proses seleksi. Akibatnya banyak yang gagal dalam seleksi.

“Untuk itu kami melaksanakan pelatihan pra-seleksi di daerah dalam rangka menyiapkan kemampuan calon peserta untuk mengikuti seluruh materi seleksi magang ke Jepang,” ujarnya.

Seleksi magang ke Jepang di Sumbar digelar 1 hingga 5 April 2019 di aula Dinas Tenaga kerja dan transmigrasi provinsi Sumbar dengan 200 orang peserta. (*/mbb)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top