Wagub Sumbar: Lahan Pertanian Terbatas, Tingkatkan Produksi

Penulis -

Minggu, 8 Agustus 2021 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Tanah Datar, Prokabar- Peningkatan produksi dan efisensi produksi harus dilakukan di tengah semakin terbatasnya lahan pertanian. Selain itu, persoalan ketersedian air atau irigasi juga mesti jadi perhatian.

“Masalah irigasi kita cek kembali, aliran airnya kemana saja dan kerusakannya dimana saja, supaya airnya masuk maksimal,” ungkap Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy saat panen padi Kelompok Tani Sawah Pauah Nagari Rambatan, Sabtu (07/08).

“Lahan (pertanian) terbatas, banyak yang alih fungsi lahan seperti untuk perumahan dan lainnya. Artinya harus terjadi peningkatan produksi, efisiensi produksi. Agro inputnya harus minim, agro ouputnya harus maksimal, yang masuknya harus seminim mungkin, misalnya pestisida, herbisida dan pupuk tetapi hasilnya bisa maksimal,” sampai Audy.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Audy juga katakan produksi padi maupun tingkat produksi per hektare Tanah Datar paling tinggi di Sumatera Barat. Ketika produksi padi Tanah Datar turun, maka akan berpengaruh ke Sumbar.

“Produksinya sudah tinggi, untuk lebih tinggi lagi harus disupply air yang cukup, juga benih dan pupuk,” terang Audy

Sementara, Staf Ahli Bupati Bidang Ekobang dan Keuangan Nusyirwan mengatakan pemerintah daerah sangat mendukung panen dengan mekanisasi.

“Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah sulitnya tenaga kerja dan tingginya upah pada tahap panen dan pasca panen sehingga masa bera atau jarak dari panen ke tanam memakan waktu yang lama,” sebut Nusyirwan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Lebih lanjut Nusyirwan katakan peralatan panen ini bisa menjadi salah satu solusi dalam mengatasi kekurangan tenaga kerja dan efisiensi waktu sehingga lahan yang ada dapat produktif dalam mendukung peningkatan produksi.

“Untuk meningkatkan pendapatan petani, kita harus menekan biaya produksi di mana biaya pengolahan tanah dan panen merupakan biaya paling tinggi untuk usaha tani padi sawah. Salah satu solusinya dengan memanfaatkan alat dan mesin pertanian,” tuturnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Sektor pertanian sebut Nusyirwan juga merupakan sektor unggulan dalam visi misi Bupati dan Wakil Bupati, 4 program unggulan dari 10 program adalah sektor pertanian yang akan mengangkat langsung pendapatan per kapita masyarakat, di antaranya program bajak gratis, peningkatan asurasi tani padi dan sapi, peningkatan pupuk subsidi dan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi.

Di kesempatan terpisah Kadis Pertanian Tanah Datar Yulfiardi mengatakan produksi padi Tanah Datar tahun 2020 sebesar 333.787 ton dan produktifitasnya 5,7 ton/hektar.

“Sampai triwulan II tahun 2021 ini produksi padi kita mencapai 155.537 ton dengan produktifitas 5,7 ton/hektar,” sebutnya. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB