Padang, Prokabar — Tahun baru tinggal hitungan hari, beberapa tempat wisata di Sumatera Barat (Sumbar) akan menjadi lautan manusia dalam memeriahkan pergantian tahunan tersebut. Biasanya, malam pergantian tahun itu identik dengan huru hara dan perayaan kembang api.
Menyikapi hal tersebut, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu berlebihan dalam menyambut pergantian tahun baru.
“Kita melihat telah banyaknya musibah yang terjadi dibeberapa wilayah di Indonesia.”ucap Wagup
Biasanya di Kota Padang, kawasan pantai Padang menjadi pusat bagi wisatawan untuk merayakannya. Mulai dari kawasan Muaro Padang hingga pantai muaro lasak.
Suara letusan kembang api seperti berlomba-lomba diantara masing-masing kubu. Langit di pinggiran pantai memancarkan cahaya warna-warni.
“Kami beserta pemerintah di kabupaten/kota telah mengeluarkan himbauan untuk tidak merayakan tahun baru. Sebab, dibeberapa daerah telah terjadi bencana,” Kata Nasrul Abit, Kamis, (27/12/).
Menurut dia, dengan banyaknya bencana yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini seharusnya membuat kita semua prihatin dan peduli. Bukan malah merayakan pergantian tahun baru.
“Bencana yang terjadi di Banten dan Lampung, jangan sampai terjadi pula di sini,” unkapnya.
Dia berharap, status rawan bencana yang melekat ke Sumbar tersebut tidak mengurangi jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun manca negara untuk datang ke Sumbar.
“Bencana tidak bisa diprediksi, jadi tidak ada alasan untuk tidak datang ke Sumbar,” ungkapnya. (gas)
















