Lebaran, momen tahunan untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga. Lebaran adalah puncak dari kemenangan, puncak melepas rindu, dan puncak dari kebahagiaan. Bagi kita sebagai makhluk sosial, tidak ada yang lebih indah dari berinteraksi. Kami, prokabar.com, menyadari bahwa lebaran adalah momentum dimana interaksi adalah yang paling hebat. Saling menyapa, bersalaman, berpelukan, dan berbagi adalah interaksi yang hebat itu. Berlandaskan itu, prokabar.com merancang platform interaksi di website kami. Melalui halaman "mudik yok" warganet disuguhkan beragam informasi yang bermanfaat. Ada info lalu lintas, info cuaca, cctv dan berita seputar mudik, termasuk destinasi wisata di Sumatera Barat. Tidak hanya itu, prokabar.com juga menyediakan fasilitas "message" di sudut kiri bawah halaman web. Dengan fasilitas ini pengunjung bisa berbagi foto teks dan video. Lalu tim kami akan menayangkan informasi yang anda bagikan. Yang lebih heboh lagi, sepanjang libur lebaran, prokabar membuat lomba artikel dengan tema umum lebaran di Sumatera Barat. Hadiah totalnya Rp. 10 juta. Lomba ini terbuka untuk umum, termasuk perantau yang sedang pulang kampung. Prokabar mengajak warganet untuk berbagi informasi di prokabar.com. informasi anda akan sangat bermanfaat bagi orang lain. Selamat Lebaran, sempurnakan pulang kampung anda bersama prokabar.com Salam Tim redaksi
Peristiwa

Waduh, Teroris yang Tewas Itu, Urang Awak

Rumah kediaman Napi Teroris dalam suasana duka. (rud/Prokabar)

Padang Pariaman, Prokabar — Teroris yang tewas dalam rusuh di Mako Brimob, satu di antaranya urang awak. Warga menolak almarhum dimakamkan di kampung halaman.

Abu Ibrahim alias Beny Syamsu, atau Abu Ibrahim salah seorang napi teroris yang tewas dalam kerusuhan di Mako Brimob, Depok, Rabu (9/5)  merupakan warga Malai III Koto Timur, Nagari Gasan Gadang, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, (Sumbar).

Baca Juga :  Meksiko Permalukan Juara Bertahan, Jerman

Walinagari Malai III Koto Timur, Buyuang Intan membenarkan informasi tersebut. Ayahnya bernama Syamsuri (almarhum) dan ibunya bernama Nurbaiti (60). Ia memiliki saudara 6 orang. “Beliau anak tertua dari keluarga itu,” katanya.

Menurutnya, Beny bersama kedua orang tuanya telah merantau ke Pekanbaru sejak 1999. Pertama hidup di Ujung Batung, kemudian pindah ke Jalan Sudirman. Beberapa tahun kemudian pindah lagi ke Bandau Pekanbaru.

Baca Juga :  Pulang Kampung, Perantau Tungkar Disambut Siriah Carano

Istinya bernama Multriani, berasal Kampuang Dadok, Sungai Geringging yang juga merantau ke Bawan Kabupaten Agam. Telah memiliki anak dua orang.

Terkait pemakaman yang direncanakan ke Nagari Malai V Koto Timur, tidak dapat terpenuhi. Masyarakat menolak karena almarhum bukan lagi warga setempat, apalagi persoalan yang melanda membuat masyarakat sulit menerima almarhum.

“Keluarga almarhum sempat meminta izin untuk pemakamannya di kampung halaman, namun setelah rapat adat dan musyawarah ninik mamak, masyarakat menolak. Disarankan dimungkinkan almarhum dimakamkan di luar kampung halamannya ini,” kata Buyuang Intan.

Suasana perkampungan Nagari Malai V Koto Timur, Kampung Halaman Beny Syamsu napi teroris. (rud/Prokabar)

Abu Ibrahim alias Beny Syamsu atau Abu Ibrahim diketahui tetangkap  2017 . Telah menjadi tahanan teroris di Mako Brimob, Depok. Masyarakat Malai V Koto Timur baru mengetahui informasi tersebut di media. (rud)

Berani Komen Itu Baik

To Top