Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Wabup Agam: Utamakan Subtansi Protokol Kesehatan, Bukan Sekedar Simbol

Dibaca : 292

Agam, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Agam terus memantau kesiapan dan penerapan Protokol Kesehatan melawan Covid-19 ke seluruh sekolah se Kabupaten Agam. Dalam kesempatan, Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria melakukan monitoring ke sejumlah sekolah di Kecamatan Tanjung Raya, Rabu (29/7).

“Dari segi kesehatan di Indonesia, secara idealnya belum layak sekolah tatap muka. Karena kondisi masih belum stabil. Indonesia belum siap dengan New Normal atau Tatanan Normal Baru karena masih saja terjadi klaster baru. Tidak sama dengan sejumlah negara tetangga atau negara maju di Eropa sana,” ungkap Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria saat menerangkan kondisi kepada kepala sekolah dan guru.

Kunjungan berkesempatan ke SMAN Cendikia, MAN 4 Agam, MTsN, SMKN 1 Tanjung Raya, SMPN 1 Tanjung Raya, SMAN 1 Tanjung Raya dan SDN 05 Maninjau.

Sementara itu lanjutnya, pelajaran secara daring, terkendala tidak semua pelajar dan orang tua murid yang memiliki android. Ada android terkendala isi paket pulsa. Ditambah tidak semua daerah atau wilayah terjangkau jaringan internet. Seperti Palupuah, Palembayan, Matua, Ampek Nagari dan Malalak.

“Di sisi lain, Kontrol pada anak akan semakin berat saat pemanfaatan android. Akan ada dampak negatif jika pengawasan pemakaian android berjaringan internet. Seperti sedang maraknya game online, video tidak pantas atau hal-hal yang merusak etika dan moralitas anak nantinya,” terang Wakil Bupati Agam.

Monitoring terdiri empat tim Pemkab Agam ini bertujuan untuk melihat langsung sejauh mama kesiapan seluruh sekolah melaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM) Tatap Muka. “Seperti apa kesiapan sekolah untuk melaksanakan PBM Tatap Muka sesuai kepatuhannya pada Protokol Kesehatan melawan Covid-19,” imbuhnya.

Standarnya adalah penyediaan pengukuran suhu tubuh sebelum masuk dengan Thermo Gun, penyedian tempat mencuci tangan dengan air yang mengalir, seluruh pelajar, guru dan perangkat sekolah lainnya wajib memakai masker. Jaga jarak dan tidak berkumpul-kumpul.

“Membiasakan hal yang baik itu awalnya memang sulit. Namun ketika telah berjalan dengan baik, akan menjadi kebiasaan yang memberi dampak positif pada kesehatan hingga masa – masa akan datang. Tidak ada orang meninggal karena Covid-19, namun memicu penyakit atau komplikasi yang ada. Sehingga pasien yang terpapar mengidap penyakit dalam, akan semakin menderita hingga menyebabkan kematian,” imbuhnya.

Kondisi memang sangat berlawanan antara kondisi kesehatan dengan persoalan dunia pendidikan serta persoalan ekonomi. Akan tetapi memang harus ada solusi dan titik tengahnya. “Jika kita terus memaksakan tetap berdiam di rumah, akan berdampak buruk
pada pendidikan generasi atau anak didik. Ditambah kondisi ekonomi bisa down,” tuturnya.

Oleh sebab itu, terang Wakil Bupati Agam, seluruh satuan pendidikan harus terpadu benar-benar menjalankan protokol kesehatan. Terutama petugas pemeriksaan termogan dari penjaga atau security sekolah. Bantuan semua pihak baik dari guru, orang tua murid, pemerintah kecamatan, nagari, kepolisian dan seluruh tokoh masyarakat juga sangat diharapkan.

“Biarlah kita dikatakan nyiyir dalam penegasan melaksanakan Protokol Kesehatan ini. Ketimbang terjadi ledakan klaster baru yang lebih parah. Membiasakan dan Membangun kebiasaan itu kuncinya. Lebih penting dan utama pada substansinya, bukan sekedar imbauan atau sosialisasi protokol kesehatan semata. Melainkan penerapan dan konsistansi penerapan Taranak Normal Baru,” pungkasnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top