Daerah

Wabup dan Dandim ” Baserak” Di Gelanggang Pacuan Kuda Tanah Datar

Tanah Datar, Prokabar — Wakil Bupati Tanah Datar nyaris celaka saat menunggangi kuda bugis pada ceremonial pembukaan event pacu kuda dalam rangka memeriahkan Hut TNI yang ke-74 di gelanggang Dang Tuanku Bukit Gombak, minggu (6/10). Video yang beredar ditengah tengah masyarakat, kuda bugis yang dikendalikan Wabub Tanah Datar dan ditumpangi sang istri itu mencoba mendahului kuda bugis yang telah lebih dahulu melaju dan ditumpangi oleh Dandim 0307 Tanah Datar.

Dalam video tersebut, Wabup Zuldafri Darma juga terlihat berusaha mengendalikan laju kuda bugis yang tampak berlari kencang dan liar. Sementara, dari pengumuman suara, juga terdengar jika kuda dilarang untuk berlari kecang.

Diduga, Kecelakaan tersebut terjadi akibat roda kedua kuda bugis bersentuhan sehingga kuda dan penumpangnya terjungkal di arena pacuan. Melihat kejadin tersebut, petugas yang berjaga jaga di pinggir lintasan lansung berhamburan untuk menyelamatkan orang nomor 2 di Tanah Datar itu.

Alek nagari Pacua Kuda Wirabraja tahun 2019 dihadiri ribuan penonton. Pada hari pertama ini, pacuan kuda turut disaksikan Danrem 032 Wirabraja, Bupati Irdinansyah Tarmizi dan Wakil Bupati Zuldafri Darma, Ketua Pordasi Sumbar, Ketua DPRD Tanah Datar, serta Forkopimda di lingkungan Pemkab Tanah Datar.

Wirabraja pacu kuda open race dan tradisional 2019 dibuka secara resmi oleh Bupati Irdinansyah Tarmizi diawali dengan penyerahkan bendera Pordasi kepada dewan steward dan Wakil Bupati Tanah Datar melepas race pertama tanda dimulainya pacu kuda.

Bupati Tanah Datar, Irdinansyah dalam sambutannya mengucapkan, pacu kuda merupakan kegiatan alek anak nagari, perlu terus dilestarikan. Disamping sebagai kegiatan alek anak nagari, pacu kuda ini juga sebagai atraksi budaya yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu secara turun temurun.

“Ini perlu terus kita lestarikan dan harus tetap terlaksana dengan baik,” kata bupati didampingi wabup Zuldafri.

“Mari kita ikuti alek pacu kuda ini dengan tertib dan saya minta waktu sholat, kegiatan dihentikan sejenak,” harap bupati.

Sementara itu Ketua Pelaksana Letkol Inf. Edi S Harahap yang juga Dandim 0307 TD, menyampaikan pacu kuda yang dilaksanakan selama 2 hari 6 s/d 7 (Minggu dan Senin) ini diikuti sebanyak 43 ekor kuda, 3 diantaranya berasal dari provinsi tentangga seperti Sumatra Utara 1 ekor, Riau 1 ekor dan Jambi 1 ekor, selebihnya, diikuti kuda dari berbagai kabupaten kota di Sumatera Barat.

Pada hari pertama (6/10) akan memperlombakan 9 kelas di antaranya, Kelas E terbuka 1200 M, Kelas CD Remaja 1200 M, Kelas AB terbuka 1200 M, Kelas C Terbuka 1200 M, Kelas AB 3 th Derby Sumbar 1400 M, Kelas Calon Derby 3 tahun 1200 M, Kelas Lokal/Sagalo 600 M, Kelas Draf Bugih Baru 2400 M dan Kelas Draf Bugih Lama 3200 M.(eym)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top