Daerah

Viral, Tukang Jagal Sapi Nyalon jadi Anggota Dewan

Dedi Hendri, tukang jagal sapi

Payakumbuh, Prokabar – Bekerja sebagai buruh dan tukang jagal di rumah potong hewan (RPH) Payakumbuh sejak kelas 3 Sekolah Dasar tahun 1983 silam, membuat nama Dedi Hendri (43) tidak asing lagi di dunia peternakan maupun di tengah gelanggang.

Dia menghabiskan lebih dari separoh hidupnya dengan sapi, kuda dan kerbau.
Hendri tidak mengira, dia akan menjadi calon anggota DPRD di kampung halamannya, Payakumbuh pada 2019 mendatang.

Maklum, sejak kecil, dia hidup
biasa susah. Apa saja jadi uang. Tapi, tidak pernah masuk dalam catatan kriminal. Luasnya pergaulan Hendri, menjadi modalnya dalam menjalani peristiwa peristiwa kehidupan.

Awalnya, Hendri mengaku, agak enggan maju menjadi anggota Dewan. Berpulang maklum, sebab sebagai kaum akar rumput, yang terbiasa menjadi objek dan komoditi politik, selama ini ia dan teman temannya banyak menemukan orang orang, bukan orang.

“Kalau orang orang, mulutnya manis, komitmen tak ada. Beda dengan orang sesungguhnya,” sebut Hendri. Oleh sebab itu pula, Hendri disokong oleh para tukang jagal sapi, pedagang di los daging serta hampir seluruh komunitas pedagang di Pasar Ibuh, salah satu Pasar sehat tradisional di Pulau Sumatera, untuk maju ke DPRD.

“Selama ini, kami kan didatangi saat Pilkada saja, saat Pemilu saja, saat Pileg. Kalau sudah, banyak mereka yang lupa. Kami berdarah darah, tidak minta uang, tidak minta apa apa, tapi kebijakan yang berpihak terhadap kami, malah tidak nyata,” jelas Hendri.

Tidak mau terus terusan jadi objek politik, saban hari, para tokoh tokoh di los daging Pasar Ibuh, termasuk di rumah potong hewan Nunang Daya Bangun, Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, berkumpul dan membulatkan satu tekad, menjadikan Dedi Hendri anggota Dewan.

“Kalau uang, saya tidak punya. Tapi semangat, ada,” kata Dedi Hendri. Sebagai warga negara yang baik, yang memiliki hak dipilih dan memilih, maka ia pekatkan niat maju menjadi anggota DPRD.

“Saya maju dari Partai Berkarya, nomor urut 7 saya. Sama dengan nomor partai,” kata Hendri. Jauh hari, Hendri mengaku pernah ditawari beberapa Parpol. Tapi terakhir, pilihan jatuh ke Berkarya.

Dedi Hendri mengaku, sektor peternakan, perdagangan, UKM serta UMKM, ini dapat porsi pembangunan dan sentuhan anggaran yang jelas dari Pemerintah.

Hendri juga menyinggung, jika masyarakat akar rumput sudah bosan, dengan janji janji politik yang mereka terima selama ini. “Biasanya kalau mau Pileg, memilih anggota DPRD, kami dicari cari. Kalau sudah duduk, diacuhkan saja. Makanya, sekarang kami maju. Itu mungkin lebih baik,” tutur Hendri.

Terakhir, Hendri meminta didoakan, agar terpilih menjadi anggota DPRD. “Saya ingin memberi warna di sana. Saya ingin buktikan, tukang jagal sapi juga bisa jadi anggota dewan,” tuturnya.

Di dalam perjalanan maku menjadi anggota Dewan, menurut Hendri, selain banjir dukungan, juga tidak jarang ada pihak yang mematahkan. “Tapi tak masalah. Biasa, namanya juga perjuangan,” demikian Hendri. (vbm)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top