Tangerang Selatan, Prokabar – Hari sudah menjelang sore ketika Novi Cahyadi (44), kakak co-pilot Harvino tiba di rumah adiknya di Serpong Green Park 2, Kelurahan Ciater, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (30/10). Novi disambut keluarga yang penasaran dengan update informasi dari Lion Air.
“Saya baru pulang dari kantor Lion Air, tapi belum ada informasi tentang kondisi adik saya. Sudah ada 24 kantong (jenasah) yang ditemukan tapi saya belum dipanggil untuk identifikasi,” aku Novi pada Prokabar.com.

Sebelumnya, kakak pertama Harvino ini telah menyerahkan dokumen berupa ijasah yang tertera sidik jari, sikat gigi dan handuk adiknya pada petugas identifikasi. “Dokumen sudah semua diserahkan ke RS Polri. Tinggal menunggu hasilnya, paling cepat tiga sampai empat hari ada kejelasan. Mudah-mudahan ada informasi akurat tentang adik saya,” harap Novi.
Dimata Novi, adik kedua dari tiga bersaudara ini dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan. Kepada tiga anaknya, Khanza (8), Raffa (6) dan Khalifi (1,5), Harvino jadi ayah teladan. “Dia sayang sama anak-anak. Kemarin juga dia sengaja bawa mainan untuk anaknya yang bungsu dari rumah Vinni (adik bungsu),” kenangnya.
Atas kejadian ini Novi sangat menyesal karena belum bertemu dengan Harvino sekembalinya ke Tanah Air. “Saya ada kerjaan di Singapura. Baru pulang ke Indonesia seminggu ini. Tapi ya begitu belum sempat ketemuan sama Vino,” sesal Novi.
Meski belum sempat bertemu, jalinan komunikasi tiga bersaudara ini selalu terhubung. Apalagi Novi, Vino dan Vinni punya grup chat. “Kita paling ngobrol bertiga di grup. Tanya-tanya kabar keluarga masing-masing. Kalau ngerencanain ketemu pasti nggak pernah jadi, dia (Vino) orangnya sibuk,” kenang Novi.

Setiap bertemu, keduanya sering membahas dunia otomotif. Kebetulan Vino kolektor motor Vespa antik sebaliknya Novi penggemar motor modern seperti Ducati. “Selera Vino dia sukanya Vespa antik kalau saya Ducati. Nah kalau ketemuan pasti bahasannya tentang otomotif, hobi kita,” kenangnya lagi.
Novi pun menyampaikan apa yang jadi profesi adiknya itu adalah keinginannya sejak kecil. “Jadi kita berdua ini sama-sama ingin jadi pilot. Kebetulan ibu bapak kami kerja di ATC Angkasa Pura. Tapi malah Vino yang jadi pilot,” pungkasnya. (beb)
















