Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Video Viral Pengumpulan Massa Saat PSBB di Solok, Begini Klarifikasi Epyardi Asda

Dibaca : 684

Padang, Prokabar – Sebuah video terkait pembagian bantuan oleh politisi Epyardi Asda viral di media sosial. Dalam video tersebut, mantan anggota DPR RI tersebut meradang ke Pol PP, yang ditenggarai melarang aksi pembagian sembako karena menghadirkan banyak massa saat PSBB.

Epyardi meradang dan memarahi sejumlah petugas dan menyebut orang kampung tidak akan terkena virus corona.

Menanggapi hal tersebut, Epyardi Asda dalam wawancara jarak jauh dengan IJTI Sumbar menyebut kegiatan tersebut dilakukan di Nagari Sirukam, Kabupaten Solok, pada Kamis (30/4). Kegiatan itu adalah rangkaian pembagian zakat mal kepada masyarakat, yang rutin dia lakukan setiap tahun.

“Saya dan keluarga setiap tahun menyebar puluhan ribu paket bantuan di Sumbar, tahun inipun kami melakukannya. Terkait kesulitan warga akibat corona, maka tahun ini lebih fokus ke kampung saya di Kabupaten Solok,” jelas Epyardi Asda.

Pembagian zakat di Nagari Sirukam ini adalah hari ketiga, Epyardi dan timnya berkeliling di Kabupaten Solok. Dalam kegiatan amal itu, dia mengaku tetap memenuhi protokol kesehatan, seperti menjaga jarak dan bahkan disetiap nagari yang disinggahi juga melakukan aksi penyemprotan disinfektan.

“Di Sirukam ini adalah nagari kelima pada hari ketiga yang kami kunjungi, saya sampai di nagari itu sekitar jam 3 sore, dan memang banyak warga yang berkumpul menunggu bantuan. Tetapi ternyata juga ramai Satpol PP di tempat itu,” terang Pengusaha ini

“Saat itu seorang ibuk ibuk menghampiri saya, sambil menangis dia cerita bahwa dirinya diintimidasi oleh Pol PP, rasa kemanusiaan saya muncul, apalagi dalam kondisi lelah dan berpuasa, maka saya langsung menghampiri Pol PP, video itu benar, tapi sudah dipotong,” terangnya.

Epyardi lantas mengkritik tindakan petugas Pol PP tersebut, dia mengaku kesal karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Padahal setiap aksi sudah berkoordinasi dengan walinagari, kapolsek dan danramil setempat.

“Saya minta maaf atas perkataan saya jika dianggap mendiskreditkan pihak lain, semuanya saya lakukan karena kasihan dengan warga,” lanjut Epyardi.

Terkait dengan aksi bagi bantuan ini sebagai langkah politik, Epyardi membantah hal tersebut. Dirinya menepis hal tersebut adalah bentuk kegiatan politik, karena pilkada tidak tahu kapan dilaksanakan.

“Soal aksi politik saya membantah dengan tegas, tidak ada unsur politik, kepada lawan politik saya jangan kaitkan dengan pilkada,” tegas Epyardi.

Sementara itu, mantan kapten kapal ini juga mengkritik pemerintah Kabupaten Solok yang masih membiarkan orang berkumpul di pasar.

“Di pasar semua orang berkumpul disana potensi penyebaran lebih besar dibanding di kampung kampung. Ini yang harus diperhatikan,” tutupnya.(laf)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top