Usung Semangat Demokrasi. Caleg DPD Golkar Tanah Datar Sepakati Sistem Pemilu Terbuka

Penulis -

Sabtu, 13 Mei 2023 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar- DPD Golkar Tanah Datar bertekat merebut kembali kejayaannya di Tanah Datar pada Pileg 2024 mendatang. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya tokoh tokoh politik senior yang bergabung ke partai berlambang beringin itu.

” Golkar sudah menyiapkan 35 orang caleg dengan komposisi 23 laki laki dan 12 perempuan. Diantara caleg itu, selain incumbent, Anton Yondra, Syafaruddin Datuak Marajo, Herman Sugiarto, Dedi Irawan, uga diikuti sejumlah mantan anggota DPRD Senior, seperti Irman, Adrison dan Afrizal Motwa serta 3 orang walinagari seperti Walinagari Tanjung, Rambatan, dan Pitalah,” kata Anton Yondra.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Tidak muluk muluk, DPD Golkar Tanah Datar menargetkan sedikit lebih unggul dibandingkan partai lainnya.

Menghadapi Pileg, DPD Golkar Tanah Datar juga telah menyepakati atau akan mengusung sistem pemilu terbuka dalam pelaksanaan pemilu 2024.

Seluruh caleg Golkar lanjut Anton, pada Sabtu (13/5/23) juga telah berkumpul di kantor DPD Golkar Tanah Datar untuk menandatangani nota kesepatan dan pernyataan bahwa seluruh caleg mendukung sistem pemilu secara terbuka ini dan apapun keputusan pusat nantinya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Kalau pusat menentukan tertutup, kami di Golkar Tanah Datar tetap membuat terbuka. Tadi sudah disepakati, bahwa sistem ini akan kami laksanakan. Jadi, besok dengan kesadaran, bagi calon dengan nomor urut teratas yang mendapat suara lebih sedikit dari pada nomor urut dibawah maka ia akan menyerahkan dan memprioritaskan caleg suara terbanyak untuk dilantiik sebagai anggota DPRD, 35 Caleg sudah menandatangangi kesepakatan itu,” ujar Anton yang saat itu turut didampingi Sekretaris DPD Golkar, Retri Usda.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Dipakainya sistem terbuka dalam pileg 2024 mendatang tak lain karena Golkar menyepakati untuk lebih menghargai suara kader dan masyarakat serta menghormati demokrasi.

” kalau sistem tertutup, istilahnya caleg dengan nomor urut 3 kebawah mereka akan merasa sebagai pelengkap. Dan caleg nomor satu tidak akan berjuang. Kita tidak menginginkan itu, karena itu tidak menunjukan sebuah semangat demokrasi,” tutup Anton. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB