Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Ustad Abdul Somad Bertemu Nasrul Abit, Ini Wejangannya

Dibaca : 352

 

Bukittinggi, Prokabar – Ustaz Abdul Somad atau yang akrab disingkat UAS memberikan nasehat kepada bakal calon Gubernur Sumbar Nasrul Abit (NA) dalam sebuah pertemuan di Warung Sate Danguang-danguang, di pusat kuliner Stasiun Tugu Polwan Bukittinggi, Sabtu (15/8) pukul 22.30 sampai 24.00 WIB. Pertemuan difasilitasi Ketua DPC Gerindra Bukittinggi yang juga bakal calon Wali Kota Bukittinggi Erman Safar.

Pertemuan itu berawal saat Erman Safar mengontak Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade Sabtu pagi, agar meminta NA hadir ke Bukittinggi bersilaturrahmi dengan UAS. Andre pun meminta kepada NA agar berkoordinasi dengan Erman Safar terkait hal tersebut dan NA langsung menyanggupinya.

Minggu (16/8) Erman Safar yang sudah cukup lama bersama UAS mengucap syukur, karena bisa mempertemukan dua tokoh hebat itu. “Alhamdulillah pertemuan Pak NA dengan UAS yang sempat saya fasilitasi beberapa hari ini terwujud dengan suasana yang akrab,” kata Erman Safar kepada ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade.

Kata Erman, agenda malam hari terwujud karena sebenarnya pertemuan itu diharapkankan NA menghadiri kajian UAS di salah satu masjid di Kota Bukittinggi. Tapi sayang, karena NA punya kesibukan sebagai wakil Gubernur Sumbar, dia datang selesai acara kajian UAS.

“Lalu mereka bertemu di acara makan malam, menyantap sate Dangung-dangung di Bukittinggi. Dalam pertemuan itu NA memaparkan soal kondisi di Sumbar, dimana Muslimnya kuat, jumlahnya banyak, lebih dari 97 persen. Perlu memang pemimpin yang prokepada program-program ke-Islaman,” sebut Eman usai pertemuan yang juga dihadiri ulama Sumbar Jel Fatullah.

Menurut Erman, bicara proprogram keumatan ini, maksudnya adalah visi misi yang disusun adalah visi misi yang membangun generasi muda Islam di Sumbar.

“Itu adalah isi dialog dua orang yang memiliki kesamaan visi untuk terus mengembangkan dakwah Islam ini. Pesan itu juga didengar oleh Ustaz Jel juga, ketua pondok pesantren se-Sumbar,” sebut Erman yang menemani dialog tersebut sampai selesai.

Dalam diskusi itu, kata Erman, harapan UAS adalah, calon kepala daerah, harus seperti yang disampaikan NA. Memiliki program-program untuk memajukan generasi muda Islam.

“Tak mudah bertemu dengan UAS, apalagi bercengkrama dalam agenda-agenda silaturahim dalam situasi Pilkada ini,” kata Erman yang disebut-sebut kandidat kuat pemenang Pilwako Bukittinggi ini.

Katanya, biasanya UAS sangat mencari dan menilai dulu, apakah orang (yang bertemu) ini pas atau tidak untuk diberikan waktu untuk bersilaturrahim dengan kelompok dakwah UAS.

“Alhamdulillah, UAS welcome kepada pak NA dan bersedia berfoto dan memberikan nasehat-nasehat kepada pak NA terkait agenda-agenda pemenangan Pilkada,” kata Erman.

Suasana hangat memang terasa dalam pertemuan itu. Sambil makan sate dan minum skotang (air jahe), sekali-kali Nasrul Abit melontarkan candaan ringan. Terlihat sekali UAS tertawa kecil dan tersenyum. Pembicaraan semakin hangat saat mereka saling memuji, tertawapun tidak terelakkan mereka berdua saling mengangkat tangan dan menepuk telapak tangan satu sama lain.

“Bapak Nasrul Abit ini adalah sahabat dekat saya, sejak dari Bupati Pesisir Selatan, beliau selalu hadir kalau saya ada di Sumbar,” ucap UAS yang menyebut, komunikasi dirinya dengan NA masih terjalin dengan baik meski ada kesibukan masing-masing.

Sementara itu, Nasrul Abit mengaku sangat terharu bisa ketemu lagi bersama UAS. Apalagi dalam keadaan santai, bersilaturahmi, bersenda gurau. “Kami menyadari tidak mudah untuk bisa bertemu dengan UAS. Karena agenda beliau sangat padat. Alhamdulillah, saat ini saya bisa bertemu dengannya,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur.

Sebelumnya, nama NA memang di atas dalam sebuah lembaga survei Liberte Institute terkait survei preferensi pemilih tentang Pra-Pilkada Sumbar selama 29 Juni sampai 7 Juli 2020. Dengan metode multistage random sampling. Jumlah responden 1.200 dengan margin of error 3 persen dan tingkat kepercayaan hingga 95 persen.

Hasilnya, Nasrul Abit-Indra Catri (NA-IC) yang diusung Partai Gerindra sudah mendapatkan 33,6 persen, Mulyadi-Ali Mukhni (Demokrat-PAN) 31,1 persen, Mahyeldi-Audy Joinaldy (PKS-PPP) 19,1 persen dan pasangan perseorangan yang kandas di KPU Sumbar, Fakhrizal-Genius 5,1 persen serta Faldo Maldini-Febby Dt Bangso yang sedang berjuang di Koalisi Poros Baru 0,4 persen. Namun saat dikerucutkan jadi empat besar, posisi Mulyadi-Ali memimpin sedikit dibandingkan NA-IC. (rls)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top