Usai Idul Fitri, “Cerewet” Berlanjut

Penulis -

Kamis, 13 Mei 2021 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROKABAR – Tahun lalu sholat di kantor. Tahun ini, idem. “Tidak ada yang pulang. Kita takbiran di kantor, besoknya sholat Ied di lantai 15. Tolong atur, batasi jamaah,” ujar Egy Massadiah TA BNPB menirukan kalimat Kepala BNPB/Ketua Satgas Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo saat berbuka puasa terakhir, kemarin (12/5/2021). Pesan ditujukan kepada tim kerja lantai 10, Graha BNPB tempat Doni berkantor.

Secara protokol, relatif bukan hal baru. Sebab, kegiatan yang sama pernah dilakukan Lebaran tahun lalu. Ya, hari ini adalah sholat Ied di kantor yang kedua dalam suasana pandemi.

Alhasil, Kamis (13/5/2021), sekitar 20-an orang melakukan sholat Ied di lantai 15, termasuk Sestama BNPB Lilik Kurniawan, Karo Hukum Zaherman, Karo Umum Andi Eviana, Kolonel Czi Budi Irawan dan Kolonel Arh Hasyim Lalhakin. Bertindak sebagai imam dan khatib, Ust. Prof. Dr. Muslihun Ihsan, MM.

Auditorium Sutopo Purwo Nugroho yang berkapasitas 500 orang, lengang dengan jumlah jamaah yang 20-an. Toh, peserta sholat Ied tampak khusuk, meski bisa jadi, ada yang terasa kurang karena ketidakhadiran anggota keluarga bersama mereka. “Tahun lalu kami malah hanya sepuluh orang,” kenang Egy yang juga seorang jurnalis.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Lamat-lamat, gema takbir, tasbih, tahmid dan tahlil berkumandang mengisi ruang auditorium. Kurang lebih pukul 06.00 WIB, persiapan sholat Ied pun dilakukan. Usai sholat ied, khatib berkhotbah. Khatib berdiri di atas mimbar yang telah dipasangi dinding aklirik tembus pandang, demi menjaga droplet saat khutbah. Materi yang disampaikan seputar hakikat Idul Fitri dikaitkan dengan momentum pandemi.

Tidak lama khutbah berakhir, ditutup dengan doa. Jika waktu harus dihitung, maka prosesi sholat Idul Fitri di kantor BNPB tak lebih dari 25 menit. Lagi-lagi, pendek dan singkatnya waktu tadi merupakan bagian dari protkes, yakni tidak lama-lama berkumpul.

Menu “wajib” Lebaran, ayam-opor telah terhidang di ruang Multy Media, lantai 10, ditambah lauk rendang spesial kiriman mantan Sestama BNPB, Harmensyah. Rombongan jamaah sholat Ied yang sedikit itu pun makan bersama, setelah sebelumnya saling bermaaf-maafan jarak-jauh (tidak saling bersalaman).

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Jika Anda berpikir, usai makan bubar, keliru. Sebab, Doni Monardo melanjutkannya dengan kerja lagi. Kali ini ia melakukan pantauan dan menerima laporan, utamanya di daerah-daerah yang berpotensi terjadi lonjakan kasus, berdasar tren yang dihimpun tim data Satgas Covid-19.

“Perketat lalu-lintas manusia di penyeberangan Bakauheni – Merak. Sekalipun sudah mengantongi surat swab, harus dicek lagi secara cermat dan seksama. Tidak ada pengecualian. Jika positif, langsung dikarantina,” instruksi terbaru Doni Monardo, sesaat usai sholat.

Setelah itu, Doni pun menghubungi anggota Satgas di berbagai daerah untuk tidak lengah, tidak mengendorkan pengawasan dan pengendalian pergerakan manusia. Angan-angan usai sholat langsung cus pulang ke rumah, pupus, karena harus kembali tenggelam dalam rapat koordinasi terbatas di lantai 10.

Toh semua memakluminya, karena justru hari-hari ini merupakan hari-hari krusial. Penentu naik-tidaknya grafik paparan Covid-19. Bahwa diprediksi angka paparan Covid-19 naik pasca Idul Fitri, itu sebuah keniscayaan. Tetapi, tetap harus dilakukan segala upaya untuk bisa menekan angka lonjakan.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Doni mengarahkan anggota Satgas Covid-19 di berbagai daerah, untuk tidak segan-segan menerapkan lockdown skala mikro. Ia kembali mencontohkan lockdown mikro yang dilakukan oleh seorang tokoh masyarakat bernama Ali, di Jambi.

Arahan Doni, jika satu RT/RW ada lebih dari lima orang atau sejumlah rumah yang isinya terpapar covid, segera lakukan lockdown di RT/RW. Semua pihak harus segera mengawasi, mendukung, dan memastikan lockdown berlangsung tertib dan baik. Termasuk jaminan pasokan logistik.

Kata kunci mengendalikan Covid-19, tidak berubah: patuhi protokol kesehatan. Baik di musim libur atau di hari biasa, baik di rumah maupun di tempat ibadah, baik di tempat kerja ataupun di tempat wisata. Memakai Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci tangan dengan sabun.

“Kita memang harus terus cerewet. Sekali lagi, tidak masalah kita dianggap cerewet, karena tujuan kita adalah agar korban corona tidak berderet-deret,” tegas mantan Danjen Kopassus itu. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB