Pasaman, Prokabar — Program Keluarga Harapan (PKH) di Pasaman terus bergulir. Dari tahun ke tahun. Tetapi, ada yang beda tahun ini. Puluhan keluarga penerima manfaat mengundurkan diri.
Koordinator PKH Pasaman, Yodi Hidayat mengatakan, permohonan pengunduran diri oleh penerima manfaat PKH itu terjadi seusai tabligh akbar PKH bertema mulia hidup dengan tuntunan Islam.
Secara mengejutkan di penghujung acara ibu-ibu PKH yang sudah selama 4 tahun belakangan dibina oleh pendamping PKH meyakinkan tekat untuk tidak lagi bergantung pada bantuan PKH.
“Alasan mereka, karena ekonomi keluarganya sudah cukup mapan,” kata Yodi, Sabtu (29/6).
Diakui Yodi, hampir 30 KK yangsudah bersedia keluar secara terhormat dari PKH, “Sebenarnya akhir tahun lalu ada enam penerima yang undur diri. Tapi sesudah tablik akbar beberapa hari lalu, sebanyak 22 orang ajukan pengunduran diri dari 1.038 KPM. Mereka yang mundur ini terjadi di Kecamatan Rao Selatan,” kata Yodi Hidayat.
Diakui Yodi, bila ada yang undur diri, ini merupakan sebuah keberhasilan kerja keras pendamping sosial PKH di seluruh kecamatan yang mempu memperbaiki ekonomi penerima.
“Artinya kita bersama teman-teman pendamping sudah berhasil merubah mindset KPM. Karena bagi yang mengundurkan diri itu memang murni atas kemauannya agar bisa diisi oleh keluarga lain yang mendapat. Mereka beralasan taraf hidupnya semakin mapan dan mandiri sejak mendapat pendampingan dari PKH. Karena target kita memang bukan sekedar menyalurkan bantuan tapi memberikan pendampingan agar pola hidupnya berubah,” tukas Yodi. (Ola)
















