Usai Diteliti, Ini Kesimpulan Sementara Penemuan Makara di Sungai Batang Sibinail

Penulis -

Sabtu, 28 September 2019 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Penelitian makara, benda bersejarah peninggalang masa Hindu-Budha yang ditemukan di di Sungai Batang Sibinail Kampung Padang Nunang, Nagari Lubuk Layang, Kecamatan Rao Selatan terus disimpulkan tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat.

Ternyata, penemuan ini sangat wajar. Hal ini didasari pada temuan-temuan sebelumnya di Pasaman. Baik berupa candi di Tanjung Medan, Candi Koto Rao, Candi Pancahan, Candi Patani, Candi Tanjung Bariang, temuan arca, prasasti seperti di Prasasti Ganggo Hilia, Prasasti Lubuk Layang atau Kubu Sutan, dan temuan lainnya yang berasal dari masa Hindu-Budha dari abad ke-13-14 Masehi.

“Jika kita merujuk kepada temuan-temuan sebelumnya, ini sangat wajar. Bahkan masih banyak peninggalan-peninggalan bersejarah lainnya yang belum terungkap di Pasaman. Dalam Laporan Penelitian Arkeologi di Sumatera oleh Bennet Bronsen (et.al) tahun 1973 oleh Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional serta The University of Pennsyvania Museum dijelaskan, wilayah Pasaman memiliki tinggalan dari masa Hindu-Buddha yang cukup banyak. Temuan arca dwarapala dan makara yang ditemukan sebelumnya di Sungai Batang Sibanail masih belum lengkap dan masih ada makara yang hilang dan mungkin berada di sungai yang sama,” jelas Kepala BPCB Sumatera Barat, Nurmatias.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Diakui Nurmatias, disimpulkannya makara yang ditemukan ini dari abad ke-13-14 Masehi, didukung oleh data Prasasti Lubuk Layang, Kubu Sutan yang ditemukan tahun 1970-an dulu. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, isi dari prasasti tersebut adalah penyebutan Bijayawarmma, seorang yauwasuta Jayendrawarmma, moksam, yauwaraja Bijayendrasekhara, pitamahadara dan Śrī Indrakilaparwatapuri.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Prasasti ini dibuat untuk memperingati pembinaan kuil pemujaan nenek moyang dari raja yang memerintah, yaitu Bijayawarmma. Terdapat seorang yuwaraja (raja muda) yang bernama Jayendrawarnan, beliau di gambarkan memiliki sifat selayaknya dewa/buddha. Menelisik pada temuan sebelumnya, temuan arca dwarapala dan makara menunjukkan adanya keterkaitan. Karena pada umumnya, arca dwarapala dan makara ditempatkan pada bagian depan candi, tepatnya di sisi kanan dan kiri bangunan candi. Bangunan candi yang terdapat khususnya di Rao diperkirakan berlatar agama Budha aliran aliran Tantrayana.

Tantrayana adalah salah satu sekte dalam agama buddha yang berkembang di Sumatera khususnya pada masa Adityawarman. Arca dwarapala ditempatkan di depan bangunan candi sebagai area penjaga, ditunjukkan dengan ciri-ciri peralatan yang dipegang oleh tangan kanannya yaitu sebuah gada, adapun laksana di tangan kirinya tidak diketahui karena sudah aus. Di bahu area tersebut juga terdapat upawita (tali kasta) berupa seekor ular. Laksana yang dipakai adalah sesuatu yang menyeramkan mengingat fungsi area tersebut sebagai area penjaga agar bangunan suci terhindar dari unsur-unsur yang tidak dikehendaki. Di bagian atas makara biasanya berasosiasi dengan kala yang diletakkan pada bagian atas pintu masuk bangunan candi. Kala-makara merupakan simbolisasi dari persatuan dari penguasa gunung (kala) dan laut (makara).

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Sebelum lebih jauh, kami masih perlu meneliti dan dilakukan pelindungan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat,” tukas Nurmatias. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB