Tanah Datar, Prokabar- Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar, Riau dan Kepri serahkan koleksi Istano Pagaruyung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar, Kamis (30/12). Koleksi Istano pagaruyung yang diserahkan itu, setelah dilakukan konservasi penyelamatan pasca kebakaran 2007 silam.
Adapun barang barang yang diserahkan sebanyak 93 item, mulai dari lukisan Sultan Alam Bagagarsyah, Keris, Tembikar, senjata tradisional, wadah tanah liat, keramik, wadah sirih pinang, diduga stempel kerajaan, senapan, asesoris istano dan berbagai jenis koleksi lainnya.
Seluruh barang barang tersebut untuk sementara disimpan di gedung TIC di lingkungan Istano Pagaruyung.
Kabid Kebudayaan Tanah Datar, Muklis Abrar menyampaikan jika pasca kebakaran 2007 silam, seluruh koleksi dikonservasi oleh BPCB.
” kita menyusun dan mengkoleksi kembali koleksi istano pagaruyuang yang sejak 2007 kita titipkan kepada BPCB. Koleksi ini kita titipkan disana sejak terjadi kebakaran Istano,” ungkap Muchlis saat ditemui usai pnyerahan koleksi oleh BPCB.
Muklis Abrar mengatakan, jika koleksi itu dibawa kembali ke Istano Pagaruyung setelah dikonservasi oleh BPCB dengan anggaran dana Dana Alokasi Khusus (DAK).
Dengan dikembalikannya koleksi Istano Pagaruyung kepada pemerintah kabupaten Tanah Datar, ia berharap seluruh koleksi dapat diletakan kembali ke dalam Istano. Pasalnya, tempat saat ini sangat tidak reprsentatif dan layak untuk sebuah koleksi yang berarti bagi masyarakat Minangkabau.
“Kami berharap koleksi ini dapat diletakan kembali di Istano Pagaruyung, sehingga bisa menjadi bahan edukasi atau pembelajaran bagi pengunjung,” tambahnya.
Sementara itu, pamong budaya muda BPCB Sumbar Riau Kepri menyampaikan jika seluruh koleksi mulai dikonservasi pada tahun 2014 silam. Namun karena beberapa kali penundaan penyerahan, maka konservasi sempat dilakukan sebanyak dua kali.
” koleksi istano Pagaruyung ini sudah kita konservasi atau treament pasca kebakaran 2007. Beberapa koleksi ini kita lihat bahannya beda beda. Ada yang dari keramik, logam, kayu. Cuma treatmentnya berbeda beda,” ungkap Aswar Sutriat.
Ia melanjutkan, mayoritas benda yang diselamatkan dan titipkan di BPCB itu rata rata dalam kondisi hitam karena terbakar dan sebagian pecah.
” seluruhnya kita konservsi dengan alat dan bahan tertentu. Seperti logam, kita gunakan dengan jeruk nipis dan asam nitrat, dan untuk bena lain dengan bahan khusus lainnya,” tutupnya. (eym)
















