Daerah

Usai 17 Agustus, Waria Berbaju Suntiang Hebohkan Masyarakat Pasaman

Pasaman, Prokabar — Waria di Pasaman bikin ulah. Meradang warga sekampung dibuatnya, sampai-sampai viral di dunia maya. Kisruh ini terjadi di Kecamatan Padang Gelugur saat memperingati 74 tahun Indonesia pada 17 Agustus kemarin. Sekumpulan waria nekat memakai baju suntiang, adat Minangkabau dalam pawai karnaval yang diadakan pihak pemerintah nagari dan kecamatan.

Salah seorang warga, Indun Burhan mengaku sangat mengutuk aksi waria berbaju suntiang tersebut. Bahkan, ia bersama warga sudah memberitahukan kepada pihak pemerintah nagari atau niniak mamak dan tokoh masyarakat perihal ini, namun tidak kunjung ada tindakan.

“Tahun lalu, juga begini. Sudah saya sampaikan kepada pihak kecamatan, namun tidak ada tindakan. Kini terulang lagi, malu kita,” kata Indun Burhan, (19/8).

Tidak saja Indun, penyesalan atas tindakan sekelompok waria ini, juga teramat disayangkan warga lainnya, Aksan Daeng Patudangi. “Hilang harga dan wibawa diri para pemangku adat karena ulah pembiaran segala pihak. Bahkan yakin saya, pasti sebagian besar masyarakat ikut terbahak-bahak menyaksikan ulah dan tingkah merek a ketika lenggak-lenggokdi atas aspal nan panas. Semoga pemangku adat atau tokoh masyarakat diberi kekuatan oleh Allah untuk mengambil tindakan preventif,” harap Aksan.

Menanggapi hal ini, Kabid Tibum Tranmas, Aprialdi Said langsung turun tangan. Aprialdi berjanji, ke depan, hal ini bakal diwanti-wanti. Hal ini merujuk pada Perda 12 Tahun 2016 tentang ketentraman dan ketertiban umum. “Kami bakal beri arahan dan himbauan nantinya kepada seluruh pihak. Pakaian adat adalah hal yang sakral, tidak sembarangan. Ini sudah mengganggu ketertiban, bisa kami tindak sesuai aturan,” tukas Aprialdi Said. (Ola)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top