Usaha Ini Tengah Banyak Digeluti Warga Siberut Selatan

Penulis -

Minggu, 19 Juli 2020 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mentawai, Prokabar —Bertani sarang burung walet menjadi salah satu pilihan usaha yang banyak dilirik karena keuntungan yang bisa diraup bisa mencapai puluhan juta hingga ratusan juta bahkan miliaran rupiah.

Saat ini, masyarakat di Siberut Selatan banyak memiliki usaha sebagai petani sarang burung walet dimana di sepanjang jalan tampak bangunan tinggi dengan suara rekaman kicauan burung walet yang nyaring terdengar saat melewatinya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Yusman BJM, salah seorang petani sarang burung walet di Siberut Selatan, mengatakan bahwa usaha di rumahnya baru dimulai beberapa bulan lalu, dan saat ini dia memiliki dua bangunan sarang burung walet.

“Awalnya sebenarnya kita mau membuat penginapan, namun karena beberapa pertimbangan, akhirnya kita memilih membuat sarang burung walet,” ujar Yusman dilansir Prokabar dari MC Mentawai, Minghu (19/7).

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Ia menuturkan bahwa pada bangunan sarang burung walet perlu menyiapkan dan mengatur kondisi ruangan yang membuat walet nyaman dan mau hinggap di sana.

Diantaranya, pengaturan cahaya, penyemprotan, settingan rekaman suara burung walet, pengaturan suhu atau kelembaban ruangan, membuat tempat menempelnya sirip walet, dan lainnya.

“Kadang datang. Prosesnya lama, kadang setelah sekira 4 tahun baru bisa panen sekian ons,” katanya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Harga jual liur burung walet yang kaya manfaat dan fungsi, kata Yusman, sekira Rp10 juta per kilogram kepada pengumpul dari kota Padang.

“Kita sudah sempat panen dan baru mendapat setengah kilo sekali tiga bulan,” katanya.

Sementara kendala bertani sarang burung walet ia katakan adanya hama seperti tikus dan kecoak. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB