Agam, Prokabar — Selain runtuhnya jembatan Balai Rabaa dan jebolnya tiga unit lokal MTsN Batu Kambiang, Komplek Pasar Rabaa disertai enam unit kedai hancur dihantam dihondoh Banjir Bandang di Nagari Sitalang. 30 unit rumah di Nagari Batu Kambiang juga sempat direndam banjir.
“Banjir bandang di Jorong Kamparcan, Nagari Batu Kambing, Kecamatan Ampek Nagari. Membuat 30 unit rumah warga terendam banjir tersebut,” ungkap Kalaksa BPBD Agam, M. Lutfi melalui Kabid KL, Syafrizal, Kamis (12/3).
Banjir merendam rumah sebanyak 30 unit dengan ketinggian 50 cm hingga 1 Meter. “Kondisi banjir sudah surut namun meninggalkan material lumpur yang masuk ke dalam rumah warga setinggi 30 hingga 50 cm,” terangnya.
Banjir bandang menjebol dinding ruang belajar MTSn Batu Kambing sebanyak 2 unit. Merobohkan dinding mushala MTsN Batu Kambing sebanyak 1 unit, dan merobohkan dinding ruang osis MTsN Batu Kambing.
Sementara itu, di Jorong Kampung Melayu, Nagari Sitalang, Kecamatan Ampek Nagari, terdapat 6 unit kedai warga hancur dilanda bencana tersebut.
Data pemilik Hayati (43) dengan kondisi kedai rusak berat, Sakirman (80) dalam kondisi rusak berat, Nur insani (52) kedai kondisi rusak berat, Des (45) kondisi kedai rusak sedang. Harmen (52) kondisi kedai rusak berat. Ranjina (62) kondisi kedai rusak sedang
Tidak hanya itu, 6 unit rumah warga di Kampuang Melayu ini juga mengalami kerusakan. Data warga tersebut Rosmaniar (80) tinggal sendirian di rumah dalam kondisi rusak ringan, Ediwar (55) dengan jumlah jiwa 5 orang kondisi rumah rusak berat. Khaidir (65) dengan jumlah jiwa keluarga 3 orang kondisi rumah rusak berat. Mardawati (60) jumlah keluarga 3 orang, kondisi rumah rusak berat. Ija (35) jumlah keluarga 5 orang kondisi rumah rusak berat. Dan Mansur (70) jumlah 2 orang, kondisi rumah rusak sedang.
Balai Rabaa terendamnya dengan lumpur setinggi 30cm hingga 70 cm serta rusaknya 2 unit mesjid. Yakni Mesjid Al Abrar dengan kondisi terendam lumpur setinggi 30 cm hingga 60 cm. Dan Mesjid Taqwa dengan kondisi dipenuhi lumpur masuk ke dalam mesjid setinggi sekitar 30 sampai 50 cm.
Jembatan Permanen penghubung Nagari Sitalang menuju Kecamatan Ampek Nagari dengan Kecamatan Palembayan juga mengalami roboh. Akibatnya, akses jalan terputus dan masyarakat tidak bisa melintasi jalur tersebut.
“Saat ini kami masih melakukan penanganan dan perencanaan penanggulangan bencana tersebut. Sesuai intruksi Bupati Agam, Indra Catri yang melihat lokasi, butuh penanganan serius. Terutama anak-anak yang sekolah Di MTsN Batu Kambiang dan pedagang Pasar Rabaa,” pungkas Syafrizal. (rud)
















