Unitas Padang Inisiasi Seminar Nasional Tentang Ki Hajar Dewantara

Penulis -

Jumat, 3 Juli 2020 - 23:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tamansiswa Padang (Unitas) menjadi inisiator seminar nasional, bertajuk “Mengupas Sejarah Perjuangan Pendidikan Ki Hajar Dewantara, Dari Zaman Kolonial Sampai Mileneal,”.

Karena suasana masih dalam masa new normal atau pola kehidupan baru, maka seminar dilakukan secara webinar.

Webinar yang sekaligus pengukuhan BEM UNITAS se-Sumatera tersebut juga dalam rangka hari ulang tahun Tamansiswa ke-98, dikuti
sekitar 236 peserta dari berbagai perguruan tinggi negri maupun swasta se-Indonesia.

Adapun perguruan tinggi yang mengikuti Webinar tersebut adalah, Unitas Padang, Unitas Palembang, UST Jogjakarta, UMMY Solok, Unes Padang, Univ. Sriwijaya, UIGM Palembang, Poltek Medan, Universitas Jambi, UIN Raden Fata Palembang, UIN IB Padang, Univ. Katolik Santo Medan, poltek Sekayu, Univ. Musamus merauke, STIK Bina Husada Palembang, UNS, UPI YPTK Padang, Univ. PGRI Palembang, UIN Suska Riau, UNP, UMSU Medan, UST Yogya, Uniks Kuansing, POLBANGTAN Medan, Univ. Sebelas Maret, Univ. Musi Rawas, Univ. Mpu Tantulae Jkt, Stikes Dharma Landbow Padang, Univ. Bina Darma, INSTIPER Jogjakarta, ditambah dengan peserta umum atau alumni.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Webinar tersebut dibuka langsung Ki Jal Atri Tanjung, dengan pembawa acara Lika Yulian Finesha Presma UNITAS Palembang, selanjutnya moderator diskusi Israk Namuhamdilah, Presma UNITAS Padang.

Pemakalah acara Webinar diisi 3 pemateri yakni, Kabid Pendidikan dan Kebudayan Unitas Padang Ki Jal Atri Tanjung, Rektor Unitas Palembang DR. Azwar Agus, SH. M.Hum dan Rektor Unitas Padang Sepris Yobaldi, SE.ME, berlangsung cukup lancar tanpa ada gangguan yang berarti.

Dalam diskusi terungkap, saat ini makin memudarnya nama besar Ki Hajar Dewantara sebagai pejuang dimata masyarakat Indonesia, dikarenakan tergerus oleh westernisasi, sehingga masyarakat lebih mementingkan popularitas tanpa pernah mau mengingat lagi sejarah.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Lambat laun nama Ki Hajar Dewantara sebagai bapak pendidikan dan Taman Siswa sebagai tempat mendidik anak bangsa makin memudar, karena generasi saat ini tergerus dengan westernisasi dan mudah melupakan sejarah, lebih membanggakan popularitas semata,” ulas Hal Atri, yang juga seorang advokaad.

Sekaitan dengan acara Webinar tersebut, ketua panitia Rendy Novemulya didanpingi Dirjend Kominfo Wulan Inayah Novrianto Putri mengatakan, acara ini dibuat untuk membangkitkan kembali nilai-nilai luhur Taman Siswa, dimana generasi mendatang masih mau mengingat sejarah pendidikan.

“Kami generasi muda saat ini tidak ingin generasi mendatang lupa akan sejarah bangsa, sehingga tidak bisa mempertahankan nasionalisme bangsa,” ungkap Rendy.

Hal tersebut dipertegas Wulan Inayah NP, dimana kehormatan bangsa terletak pada bagaimana semua orang bisa menghargai jasa pahlawan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Kita ada dan bebas bersuara saat ini karena jasa para pendahulu yang sudah berjuang untuk semua ini, jangan pernah lupakan sejarah, termasuk sejarah pendidikan dimana pelakunya adalah Ki Hajar Dewantara, dengan Taman Siswa-nya dengan lambang Garuda Cakra,” ulas Wulan.

Ditambahkannya, sampai saat ini lambang Garuda Cakra serta motto yang diajarkan Ki Hajar Dewantara masih tetap ada, yakni Tutwuri Handayani, dengan arti dibelakang sebagai pendorong, agar didepan bisa maju membangun negri ini.

Webinar yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut, ditutup secara resmi Rektor Unitas Padang Sepris Yonaldi, dengan kesimpulan tetap berpegang teguh pada janji suci Ki Hajar Dewantara, mendidik anak bangsa, menuju merdeka sesuai perkembangan zaman.(rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB