Unik, Labu diolah jadi Kerupuk dan Abon

Penulis -

Minggu, 26 Agustus 2018 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar – Sungguh kreatif pasangan suami istri di Jorong Sidang Tangah, Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matua, Kabuaten Agam, Sumbar ini. Mereka, Amlius (46) dan Nurleli (38) mengolah labu menjadi beragam kerupuk, es krim labu, abon labu, kue bolu labu semprong labu dan sebagainnya.

Labu sendiri merupakan sejenis buah atau sayur rendah kalori yang biasanya dibuat untuk makanan kolak. Ide tersebut berawal mereka pedagang labu, sering mengalami kerugian akibat busuk dan tidak terjual. Pasokan dibeli langsung dari petani, kemudian dijual di kedai depan rumahnya, tepat perlintasan di jalan raya Maninjau menuju Padang Lua.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Setelah banyak bertanya dan mencari informasi di internet, akhirnya mereka mengolah labu itu menjadi makanan lain berupa Kerupuk Labu Pedas. Usaha yang dirintis sejak 2010 tersebut membuahkan hasil dan melejit di tahun 2015.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Bila di hari libur atau lebaran, omset kami mencapai Rp5 juta sehari. Pembeli didominasi perantau dan wisatawan yang berlibur ke Maninjau atau Embun Pagu. Untuk harga satu kantong kerupuk labu, dengan berat seperempat kilogram, kami menjualnya senilai Rp20 ribu rupiah. Sedangkan labu mentah atau masih utuh, kami jual Rp4 ribu perkilogram,” ungkap Amlius.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Ia melanjutkan sudah banyak orang memesan untuk dibawa ke luar daerah. Namun sayang, kendala kemasan yang masih belum maksimal, membuat makanan ini belum menarik banyak orang.

“Kami akan merancang dan membuat kemasan lebih menarik agar penjualan dan pemasaran kami meningkat. Alhamdulillah, sejauh ini Perhatian Pemerintah Kabupaten Agam cukup baik membina dan membantu kami banyak hal,” tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB