Bukittinggi, Prokabar – Nagari Sungai Batang terus menjadi perhatian serius dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar).
Setelah berhasil menembus menjadikan Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka masuk nominasi Situs Sejarah Terfavorit Anugrah Pesona Indonesia atau API 2021, kini kembali berkompetisi di Anugrah Desa Wisata Indonesia atau Dewi ADWI.
Selain melakukan pendampingan selama enam bulan kedepan, UM Sumbar juga mengawal ketat proses tahapan dan berbagai persyarakat yang masih belum dimiliki.
Bersama Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis Sungai Batang sekaligus menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Agam terutama dengan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Agam.
Selain mendapat support kuat dari Bupati Agam, Andri Warman, juga mendapat dukungan pula dari Ketua DPRD Agam, Novi Irwan. Dengan demikian, kekuatan penuh dimiliki dapat maksimal melakukan pendampingan.
“Kita tahu, Sungai Batang memiliki potensi wisata religius dan budaya yang luar biasa. Kampung kelahiran Buya Hamka dengan museum sebagai cagar budayanya. Belum lagi potensi alam, kuliner Rinuak dan atraksi budaya lainnya,” terangnya kepada Prokabar.com di Kampus UM Sumbar, Sabtu (21/8).
Selain itu, Sungai Batang merupakan lahirnya Organisasi Muhammadiyah pertama di Pulau Sumatera di luar pulau Jawa. Tiga tokoh perintis itu bernama A. R Sutan Mansur, Yusuf Amrullah dan Dr. H. Abdul Karim Amrullah.
“Kita berharap potensi ini bangkit dan mampu memberi dampak positif pada ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat nantinya,”ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pokdarwis Agus Subagio bersama tim sangat berterimakasih kepada UM Sumbar dan Asosiasi Pokdarwis Kabupaten Agam. Sejak awal terus konsisten dan komitmen melakukan pendampingan. Selain mendampingi Nagari Sungai Batang, UM Sumbar juga mendampingi Nagari Lawang dan Sarugo.
“Kami sangat bersyukur telah mendapat kekuatan dan support yang sangat luar biasa. Kami yang merasa tidak memiliki keberanian dan kemampuan, kini semangat dan optimis untuk bangkit. Sejak lama hal ini kita harapkan, karena kelemahan kami yang minim wawasan kepariwisataan dan pengembangan potensi wisata,” terangnya. (rud)
















