Ubur-ubur Beracun Muncul di Pasia Jambak, DPRD Padang Minta DKP Segera Bertindak

Penulis -

Selasa, 8 Oktober 2019 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Tak hanya di sepanjang pantai Pariaman, ubur-ubur jenis Bluebottle yang beracun juga bermunculan di kawasan Pantai Pasia Jambak, Kecamatan Koto Tangah sejak Sabtu (5/10) lalu.

Keberadaan ubur-ubur itu bisa membuat aktivitas nelayan terganggu dan para pengunjung yang datang, terutama anak-anak yang tak mengetahui bahwa binatang itu bisa mematikan manusia jika tersengat.

Untuk itu, anggota Komisi IV DPRD Padang, Wismar Pandjaitan meminta kepada Dinas Kelautan dan Perikanan untuk mengambil tindakan cepat, agar masalah ini segera dapat diatasi.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selain itu, dengan terganggunya aktivitas nelayan, tentu saja akan mengganggu ketersediaan ikan di kawasan itu.

“DKP agar bertindak cepat dalam menyikapi persoalan ini. Dan kepada nelayan diinggatkan agar selalu waspada dalam melakukan aktivitas melaut, jika tak memungkinkan berhenti dulu,” ucap kader PDI-P ini, kemarin.

Disamping kepada warga dan wisatawan yang mendatangi Pasia Jambak, tak mendekat ke pantai, apalagi anak-anak bermain tanpa pengawasan.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Pengunjung dan warga agar selalu mengawasi anak-anaknya, jangan sampai terkena oleh ubur-ubur itu. Meskipun sudah mati dan terdampar di pantai, ubur-ubur jenis ini tetap berbahaya,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang, Guswardi mengimbau kepada para nelayan untuk tidak menangkap ikan di bibir pantai sementara, ini demi kenyamanan para nelayan dan menghindari korban jiwa.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Untuk tindakan yang akan dilaksanakan instansinya, pihaknya akan mengupayakan menangkap dengan jaring, supaya aktivitas nelayan mencari ikan tak terganggu dan kelangkaan ikan tak terjadi.

“Dan kepada masyarakat atau pengunjung diminta tak lengah dalam hal ini, apalagi anaknya dilepaskan bermain tanpa kontrol. Ini kan bahaya dan resikonya besar jika tersengat,” ujarnya.(mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB