Turun Lebih dari Sepertiga, Inflasi Bahan Makanan dalam 5 Tahun Terakhir

Penulis -

Rabu, 2 Januari 2019 - 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Pemerintah berhasil menurunkan inflasi bahan makanan dalam lima tahun terakhir hingga lebih dari sepertiga. Capaian pengendalian harga ini sangat penting, karena harga pangan memberikan
kontribusi yang sangat besar terhadap kemiskinan.

Dari hasil penghitungan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), rata-rata inflasi bahan makanan dari 2009 hingga 2013 sebesar 8,04 persen.

Sementara itu, dari periode 2014-2018 rata-rata inflasi bahan makanan sebesar 5,17 persen. Dari dua periode tersebut, rata-rata inflasi bahan makanan lebih dapat dikendalikan menurun hingga 36 persen.

“Data ini menunjukan bahwa pemerintah mampu menekan laju kenaikan harga, terutama sektor pangan. Ini tentunya menjadi cerminan dari komitmen yang kuat oleh pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya, Rabu (2/1).

Arif menjelaskan capaian tersebut didorong oleh lima hal. Pertama ialah komitmen yang kuat dari pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara sisi permintaan dan sisi penawaran. Kedua, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2018 bahan makanan berkontribusi 71,04 persen terhadap garis kemiskinan. Artinya, ada hubungan yang kuat antara penurunan kemiskinan dengan stabilnya inflasi.

Ketiga, Tim Pengendalian Inflasi baik daerah dan pusat yang terus aktif dalam menjaga laju inflasi yang rendah dan stabil. Keempat adalah kebijakan harga acuan sebagai bentuk pemerintah hadir untuk melakukan kontrol penetapan harga dan ini sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Kelima, pembangunan infrastruktur yang masif terbukti mempercepat mobilitas barang yang selama ini terkendala karena masih rendahnya konektivitas antardaerah. Dalam jangka pendek, kontribusi pembangunan infrastruktur tersebut sangat jelas dalam menekan laju kenaikan harga.

“Terlebih capaian ini terjadi di tengah dinamika kenaikan harga minyak dunia yang mencapai harga tertinggi pada Oktober sekitar US$80-an per barel dan kurs yang bergerak mencapai Rp15.000-an. Dengan demikian tidak mungkin inflasi rendah bisa terjadi apabila tidak ada pengendalian,” jelas Arif.

Lebih lanjut ia menjelaskan laju kenaikan harga beras yang merupakan komoditas pangan utama pada 2014 hingga 2018 lebih terkendali, dengan rata-rata sebesar 5,2 persen per tahun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata laju kenaikan pada periode 2009 hingga 2013 yakni sebesar 8,5 persen per tahun.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara
Ini 5 Laptop ASUS Zenbook Yang Enak Dipakai Kerja Ngebut
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB