Padang, Prokabar – Sebuah video kekerasan turis terhadap sopir bus pariwisata, beredar luas di masyarakat. Video itu lalu mendapat komentar dari netizen. Rata rata mengutuk aksi tersebut. Lalu banyak mengaitkan dengan kejadian di Sumbar, karena kedatangan turis Tiongkok.
Dari penelusuran prokabar.com, video itu bukan terjadi di Sumatera Barat. Ini terlihat dari bahasa digunakan. Selain itu dari pencarian informasi, pemukulan tersebut sudah ditangani oleh polisi di Malaysia.
Hal tersebut juga diperkuat oleh praktisi pariwisata sekaligus Ketua Asita Sumbar, Ian Hanafiah.
“Ini bukan di Sumbar, saya pastikan itu, ini terjadi di Malaysia,” kata Ian Hanafiah.
Dari rekaman berdurasi 2 menit tersebut, terlihat sejumlah turis memukuli sopir bus pariwisata. Yang menjadi persoalan adalah caption atau komentar yang dibagikan di banyak media sosial.
“Video yang dikaitkan dengan kedatangan turis Tiongkok ini sangat merusak citra pariwisata Sumbar, sebagai ketua Asita Sumbar saya minta masyarakat tidak mempercayai dan membagikan video ini di medsos,” ungkap Ian yang juga pemilik Ero Travel ini.
Hal yang sama juga disebutkan oleh perwakilan Coco’s Travel, Yunando. Dia memastikan video tersebut tidak tamu yang dia bawa.
“Saya sudah cek seluruh bus, tidak ada pemukulan itu, seandainya terjadi saya yang pertama mengusir wisatawan tersebut,” ungkap Yunando.
Video tersebut memancing komentar negatif dari netizen, yang khawatir dengan penyebaran virus corona. (laf)
















