Jakarta, Prokabar – KeinginanJoko Anwar bekerjasama dengan sutradara Ody C Harahap akhirnya kesampaian juga. Dua pria yang sama-sama berprofesi sebagai sutradara ini berkolaborasi membuat film keluarga yang penuh dengan pesan moral.
”Jadi aku itu nungguin banget kerja bareng sama Ocay (Ody C Harahap) pengen bikin film. Kebetulan beliaunya agak sibuk ya, makanya aku tunggulah. Ternyata baru sekarang ada kesempatan angkat pengalaman aku yang punya impian jadi orang kaya,” ucap Joko Anwar.
Kehidupan masa kecil Joko Anwar kemudian diubah sutradara Orang Kaya Baru menjadi sebuah tontonan keluarga yang menghibur. Joko sama sekali tidak percaya bila hasilnya sangat diluat ekpektasinya.

”Benar-benar menggambarkan masa kecil aku yang ingin menjadi kaya raya. Semuanya itu tergambar dalam karakter Dodi (Fatih Unru) yang sama persis dengan aku,” selorohnya.
Ada adegan yang membuat penonton tertawa ketika Dodi berendam di bak mandi dan ketahuan oleh kakaknya. Alhasil Dodi selalu kena marah dan menjadi bulan-bulanan kakaknya.
”Aku itu pengen jadi orang kaya. Punya kamar mandi yang ada bathup nya, akhirnya aku sering mandi di dalam bak,” ujar Joko sambil tertawa mengenang kelakuannya.
Joko Anwar menggambarkan kedekatan satu keluarga sederhana. Dalam kondisi apa adanya, mereka selalu makan malam bersama di meja makan. Berbagai obrolan pengalaman diutarakan masing-masing hingga suasana malam menjadi hangat.
Hingga satu waktu ada obrolan tentang impian menjadi seorang yang kaya raya. Memiliki harta tak terbatas. Meski terwujud, kesedihan harus mereka jalani. Kehilangan seorang pemimpin keluarga membuat mereka tidak lagi melakukan kebiasaan makan malam bersama.
”Jadi Si Dodi ini sudah kehilangan ayahnya meninggal, dia juga kehilangan sosok ibu dan dua kakaknya di meja makan. Dodi selalu makan sendiri dan puncaknya dia menangis karena menjadi orang kaya itu tidak seenak dahulu,” beber Joko.

Saat menuliskan peran Dodi inilah, Joko bisa menangis. Ia teringat masa lalunya yang kini tidak ia dapatkan seperti dulu.
”Rupanya uang tidak menjadi sumber kebahagiaan. Buktinya keluarga di film ini jadi contoh dan memuat pesan moral. Bukan maksud menggurui tapi kenyataan, kebahagiaan itu datang dari keluarga dan sahabat,” pungkas Joko. (beb)
















