Padang Pariaman, Prokabar — Seorang tukang becak warga Korong Simpang Ampalam, Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar meninggal setelah sempat hanyut dibawa arus muara Kamumuan, Jumat (28/9). Korban terbawa arus sungai muara dan sampai di tepi pantai.
Menurut Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan, korban diketahui bernama Herman (60), suami dari Yesi Aryanti (40). Diketahui Istri korban merasa kuatir suaminya belum pulang setelah satu jam pergi mandi ke Sungai. Sekitar pukul 08.40 WIB, ia mencari suami tersebut.
“Dia (Herman) pergi hendak mandi ke Sungai Kamumuan pada pukul 07.30 WIB. Setelah ditunggu 1 jam, korban belum juga pulang ke rumah. Lalu Yesi meminta tolong kepada warga untuk mencari suaminya tersebut,” kata Kapolres.
Sekitar pukul 09.30 WIB, Saksi bernama Rudi dan saksi lainnya, menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal di tepi Pantai Pasir Kamumuan. Ketiga saksi tersebut menarik korban ke bibir pantai dan mengabarkan kepada pihak keluarga. “Menurut keterangan istri korban, suaminya memang sedang mengidap penyakit Stroke dan sering muntah-muntah.
Saat ini korban sudah di bawa kerumah korban,” terangnya.
Jajaran Kepolisian Polsek Sungai Limau juga sudah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Sungai Limau melalui Dr. Leni Mailani. “Dari hasil pemeriksaan Dokter Puskesmas korban sudah meninggal dunia diduga kuat akibat tenggelam,” ungkapnya lagi.
Setelah di rumah pihak Keluarga korban ahli waris disaksikan Camat Sungai limau, Wali Nagari, Ninik Mamak korban sepakat tidak perlu lagi diotopsi. “Pihak kelurga korban sudah mengikhlaskan kepergian almarhum dan tidak akan menuntut pihak manapun dan siap untuk membuat surat pernyataan pada pihak Kepolisian,” Kata
Kapolsek Sungai Limau, AKP. Syafar. (rud)
















